Ledakan Diduga Kebocoran Gas di Bekasi, Ayah dan Anak Tewas
Ledakan diduga akibat kebocoran gas di Bekasi melukai enam orang satu keluarga. Ayah dan anak meninggal setelah mengalami luka bakar parah.
Ilustrasi./Antara
Harianjogja.com, LOMBOK BARAT-Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menyatakan wabah malaria yang menimpa warga semakin meluas ke sejumlah lokasi pengungsian di beberapa kecamatan terdampak gempa bumi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat H. Rahman Sahnan Putra di Lombok Barat, Sabtu mengatakan sejak ditemukannya empat kasus malaria di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, jumlah korban sudah meluas ke desa dan kecamatan lain. "Ada 32 korban terdeteksi mengidap malaria hanya dalam satu wilayah kerja Puskesmas Penimbung, Kecamatan Gunungsari," katanya.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, sebanyak 103 orang positif kena malaria dengan penyebaran mencapai 28 dusun, 10 desa, dan empat wilayah kerja puskesmas. Dari jumlah tersebut, lima orang terpaksa dirawat inap karena sudah parah.
Menurut Rahman, merebaknya malaria di daerahnya bisa dikategorikan kejadian luar biasa (KLB) karena warga yang mengidap penyakit tersebut juga dari kalangan ibu hamil dan bayi.
Ia mengaku sudah membahas kondisi kesehatan masyarakat di pengungsian tersebut dengan Bupati H Fauzan Khalid. "Kalau dinaikkan statusnya menjadi KLB, tidak masalah," ujarnya.
Pihaknya sudah lama melaporkan kejadian itu ke Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, namun belum mendapat respons apa-apa. "Kami hanya dapat informasi Direktorat Jendral P2P dan Kesmas yang akan menurunkan tim," katanya.
Selain pihak direktorat, Rahman mengaku sudah mendapat dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dengan memberikan 135 kelambu antinyamuk, tapi masih sangat kurang. Dari pemetaan yang dibuat, setidaknya dibutuhkan 10.000 kelambu untuk membantu para pengungsi.
"Selebihnya kita harus menangani vektor-nya," kata Rahman yang akan meminta semua kepala desa untuk segera melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid juga menganggap bahwa penetapan KLB untuk kasus malaria itu tidak akan berdampak besar selama asas kemanfaatan bagi para pengungsi lebih besar. "Kalau dengan KLB kita bisa lebih melayani warga, kenapa tidak? Itu kenapa kita selalu menuntut dibantu huntara (hunian sementara, red)," ujarnya menyebut kebutuhan untuk itu hanya Rp15 miliar.
"APBD kita sudah tidak bisa untuk itu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ledakan diduga akibat kebocoran gas di Bekasi melukai enam orang satu keluarga. Ayah dan anak meninggal setelah mengalami luka bakar parah.
Pemkot Jogja mendorong koperasi mengembangkan sektor riil melalui SiKepo agar usaha anggota dan koperasi terintegrasi serta lebih produktif.
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.
Tiga karya budaya Sleman resmi ditetapkan sebagai WBTb nasional 2025, yakni Reog Keprajuritan, Sruntul, dan Bebek Bacem Nglengis.
Gus Rozin menghormati mekanisme AHWA dalam pemilihan Ketum PBNU dan mengajak warga NU menjaga persatuan setelah keputusan Muktamar ke-35.