Kemenag Siapkan Rp4,1 Triliun untuk BOS Madrasah Tahap II 2026
Kemenag menyiapkan Rp4,1 triliun untuk BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026. Bantuan menyasar 52.000 madrasah swasta dan 31.000 RA.
Presiden AS Donald Trump saat pertemuan di Istana, Singapura, 11 Juni 2018./Reuters
Harianjogja.com, WASHINGTON - Marah terhadap kinerja WTO, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam bakal keluar dari organiasi tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kamis (30/8/2018), mengancam mengeluarkan negaranya dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Langkah Trump itu dapat semakin merongrong sistem perdagangan dan stabilitas ekonomi global.
"Kalau mereka tidak membuat kemajuan, saya akan menarik diri dari WTO," kata Trump dalam wawancara dengan Bloomberg News di Kantor Oval.
Komentar itu muncul pada saat sengketa perdagangan Washington dengan negara lain terus membuat perekonomian dunia menghadapi bahaya. Pakar mendesak persengketaan itu dibahas melalui mekanisme multilateral, termasuk WTO.
WTO, yang dibentuk pada 1994, merupakan bagian dari upaya negara-negara berekonomi kuat pimpinan AS untuk membantu menyelesaikan sengketa perdagangan serta membawa stabilitas bagi perekonomian dunia.
Pada awal tahun ini, kepala WTO mengimbau pihak-pihak terkait agar menahan diri dan segera melakukan dialog berdasarkan mekanisme organisasi dunia itu agar pertentangan-pertentangan yang muncul tidak merusak perekonomian dunia.
"Tindakan di luar proses bersama ini menambah risiko peningkatan pertentangan yang tidak akan dimenangkan oleh pihak mana pun, dan bisa dengan cepat mengarah pada sistem perdagangan yang kurang stabil," kata Direktur Jenderal WTO Roberto Azevedo pada Maret.
Trump mengecam WTO atas hal, yang dikatakannya sebagai perlakuan tidak adil terhadap negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu. Ia juga mendesak badan dunia yang berpusat di Jenewa tersebut untuk "mengubah cara mereka".
Dalam wawancara dengan Bloomberg News, Trump juga mengklaim bahwa Washington jarang menang di WTO.
Negara yang menyampaikan keluhan kepada WTO cenderung menang, sementara tergugat dalam sengketa perdagangan kalah, kata Bloomberg News.
Menurut Cato Institute, Amerika Serikat telah memenangi lebih dari 90 persen kasus yang diajukannya dan juga telah membawa kasus lebih banyak dibandingkan anggota-anggota WTO lain.
Cato Institute adalah kelompok kebijakan di Washington yang berpihak pada perdagangan internasional yang lebih terbuka.
Sementara itu, Washington mengalami kekalahan dalam lebih dari 90 perkara, yang dilaporkan menyangkut AS, di WTO.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : ANTARA/Xinhua-OANA
Kemenag menyiapkan Rp4,1 triliun untuk BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026. Bantuan menyasar 52.000 madrasah swasta dan 31.000 RA.
Zulhas mendorong teknologi pirolisis sebagai pelengkap PSEL yang diperkirakan baru menangani 22 persen timbulan sampah nasional.
X mengganti program Revenue Sharing dengan Original Content Rewards mulai 8 September 2026 dan memperketat syarat monetisasi kreator.
Harga emas Antam di Pegadaian hari ini, Minggu 9 Agustus 2026, naik Rp42.000 menjadi Rp2.798.000 per gram.
Nagasaki memperingati 81 tahun serangan bom atom AS dengan seruan pelucutan senjata nuklir dan penolakan terhadap penggunaan senjata nuklir.
Nelayan 65 tahun, Rubino, tenggelam di Pantai Kesirat Gunungkidul. Hingga Minggu pagi, pencarian lewat laut dan darat belum membuahkan hasil.