Waspada Ekstensi Chrome, Riwayat Pencarian Pengguna Bisa Dipantau
Peneliti menemukan 319 ekstensi Chrome yang mengalihkan pencarian melalui server perantara dan berpotensi memantau aktivitas pengguna.
Ratusan pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atau yang beken disebut Ahokers, mendeklarasikan Gerakan Jaga Indonesia, Sabtu (25/8/2018)./Suara.com-Ummi Hadyah Saleh
Harianjogja.com, JAKARTA- Ke mana para pendukung Ahok alias Ahokers akan berlabuh di Pilpres 2019 kini mulai terjawab.
Ratusan pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atau yang beken disebut Ahokers, mendeklarasikan Gerakan Jaga Indonesia, Sabtu (25/8/2018).
Deklarasi di Gedung Joang ’45, Jalan Menteng Raya No 31, Jakarta Pusat tersebut dihadiri ratusan Ahokers yang kompak mengenakan baju bermotif kotak-kotak.
Salah satu pendukung Ahok, Sisca Rumondor mengatakan, deklarasi tersebut bertujuan untuk memenangkan calon presiden petahana Jokowi dan cawapres Maruf Amin pada Pilpres 2019.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Ahokers itu masih ada. Kami tetap solid dan kompak mendukung Jokowi," ujar Sisca di lokasi.
Sisca juga menilai, keputusan Jokowi memilih Ketua Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin merupakan keputusan yang brilian.
"Termasuk dengan memilih Pak Maruf Amin yang bagi kami adalah keputusan sangat brilian dari seorang Jokowi. Kami sangat mendukung seribu persen siapa pun yang menjadi wakil Jokowi," kata dia.
Untuk diketahui, deklarasi Ahokers tersebut juga dihadiri budayawan Eros Djarot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Peneliti menemukan 319 ekstensi Chrome yang mengalihkan pencarian melalui server perantara dan berpotensi memantau aktivitas pengguna.
Prabowo meminta Kapolri mengusut dugaan penyadapan terhadap Kepala Negara dan pejabat negara secara objektif serta transparan.
BPS mencatat kemiskinan Gunungkidul turun menjadi 13,27% pada 2026. Namun, indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan justru meningkat.
Nusron Wahid mendatangi KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap pengurusan sertifikat tanah dan HGB Summarecon.
Prabowo memberhentikan Listyo Sigit dari jabatan KSP dan menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Plt Kepala Staf Kepresidenan.
Haas dikabarkan mengakhiri kerja sama dengan Esteban Ocon. Rafael Camara disebut akan menggantikannya pada GP Sao Paulo.