Hari Kanker Paru Sedunia, Navigasi Pasien Pangkas Waktu Pengobatan
Hari Kanker Paru Sedunia, AstraZeneca mendorong penguatan navigasi pasien untuk mempercepat diagnosis, rujukan, dan pengobatan kanker paru.
Jokowi - Ma\'ruf Amin tiba di Gedung Joang 45. /Suara.com-Chyntia Sami Bhayangkara
Harianjogja.com, JAKARTA-Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan dinamika yang terjadi dalam pengambilan keputusan memilih bakal cawapres Jokowi yakni Ma\'ruf Amin sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang terpenting menurutnya yakni menyangkut politik identitas.
"Suka tidak suka ini adalah faktor yang kemudian ikut menentukan perubahan perubahan yang terjadi," kata Andreas dalam diskusi bertajuk: Lanskap Politik Nasional Pasca Pengumuman Capres-Cawapres di Auditorium CSIS, Gedung Pakarti Center, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018).
Berkenaan dengan itu kata Andreas persoalan politik identitas bisa terjawab dengan kehadiran Ma\'ruf Amin sebagai bakal cawapres Jokowi. Untuk itu dia pun pengatakan kubu rivalnya yakni pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno tidak bisa lagi bila ingin bermain politik identitas.
"Faktor yang penting di sini adalah politik identitas. Faktor ini ikut menentukan keputusan yang terjadi, terpilihnya Ma\'ruf Amin menjawab politik identitas, untuk sementara selamat tinggal politik identitas," pungkasnya.
Sementara Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan tidak benar kalau Prabowo dan Sandiaga akan menggunakan politik identitas guna memenangkan kontestasi politik 2019 nanti. Sebab saat ini permasalahan utama yang menjadi keresahan rakyat menurutnya masalah ekonomi, seperti penyediaan lapangan kerja, dan harga bahan pokok yang tinggi.
"Ini yang akan menjadikan dasar kita, besok kedepan waktu kampanye kita memang sudah memutuskan untuk berkonsentrasi menggunakan isu ekonomi. Jadi tidak benar kita akan menggunakan politik identitas," kata Ferry.
Lebih lanjut kata Ferry, Prabowo tidak memiliki beban harus mencari cawapres dengan latar belakang ulama. Sebab menurutnya tidak memiliki permasalahan terkait politik identitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Hari Kanker Paru Sedunia, AstraZeneca mendorong penguatan navigasi pasien untuk mempercepat diagnosis, rujukan, dan pengobatan kanker paru.
KSAU Tonny Harjono mengungkap kisah Sukhoi TNI AU mencegat dan memaksa pesawat asing mendarat karena tak memiliki izin melintas NKRI.
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Dinsos DIY mengungkap penyebab desil warga berubah, termasuk penambahan sumber data DTSEN dan cara mengajukan perbaikan
Kemendag meminta klarifikasi BYD terkait mobil Seal yang terbakar di Tol Cikampek. BYD telah memberikan kendaraan pengganti kepada konsumen.
Sefas Group sepakat mengakuisisi 100% bisnis SPBU Shell Indonesia. Simak profil pemilik dan rekam jejak bisnis Sefas selama hampir 30 tahun.