BEI Hapus Batas Rp50, Saham GOTO Bisa Turun ke Rp1
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Ilustrasi perempuan bercadar./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA- Aksi puluhan anak TK mengenakan cadar sambil menenteng replika senjata di Probolinggo, Jawa Timur dibela oleh Mendikbud meski menuai kritikan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menilai, aksi puluhan pelajar TK Kartika V, Probolinggo hanyalah refleksi perjuangan Islam merebut kemerdekaan. Sebelumnya salam karnaval budaya di Probolinggo, para bocah TK itu mengenakan cadar dan replika senjata.
Muhadjir mengatakan, ia telah bertemu langsung dengan kepala sekolah TK Kartika V, Probolinggo. Dari hasil pembicaraan yang dilakukan, Muhadjir menarik kesimpulan maksud dari tema mengenakan cadar dan replika senjata adalah perjuangan umat Islam dalam ikut merebut kemerdekaan
"Pertimbangannya praktis saja itu. Kalau saya tangkap bicara dengan kepala sekolah itu maksud temanya perjuangan umat Islam dalam ikut merebut kemerdekaan," kata Muhadjir di Gedung Kemendikbud, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018).
Muhadjir menjelaskan, kostum yang digunakan pun digunakan dari sisa properti kegiatan sebelumnya. Dengan dipadukan bendera merah putih di depan barisan dan diikuti Kabah beserta Raja Salman dan istri. Menurut Muhadjir ini mencerminkan perjuangan kemerdekaan.
Barisan para pengawal Raja Salam dan istri pun dibuat mengenakan cadar lantaran mayoritas pelajar di TK itu adalah perempuan. Muhadjir meyakini, tidak ada unsur radikalisme dalam pertunjukan itu.
"Karena kebanyakan perempuan, muncul ide pengawalnya pakai cadar. Ini sangat spontan dan enggak ada maksud apa-apa," ungkap Muhadjir.
Sebelumnya, beredar video viral puluhan bocah TK yang mengikuti karnaval kebudayaan pada perayaan HUT RI ke-73 di Probolinggo. Kostum yang dikenakan oleh para peserta mengundang komentar dari warganet.
Dalam pawai tersebut, semua peserta tak memakai baju khas daerah di Indonesia atau atribut perayaan kemerdekaan RI. Bocah-bocah peserta pawai justru memakai pakaian serba hitam serta cadar. Tak hanya itu, mereka juga menenteng mainan senjata laras panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
DPRD DIY menyoroti perubahan data desil yang menjadi basis sejumlah kebijakan, termasuk bantuan sosial dan kepesertaan BPJS.
Pemkot Jogja mendorong koperasi mengembangkan sektor riil melalui SiKepo agar usaha anggota dan koperasi terintegrasi serta lebih produktif.
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.
Tiga karya budaya Sleman resmi ditetapkan sebagai WBTb nasional 2025, yakni Reog Keprajuritan, Sruntul, dan Bebek Bacem Nglengis.