Nusron Wahid Ungkap Cara Persempit Ruang Gerak Mafia Tanah
Nusron Wahid menyebut integrasi data dan percepatan pelayanan pertanahan dapat mempersempit celah mafia tanah.
Bendera Merah Putih./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, KLATEN-Biasanya, ada saja kejadian di luar dugaan dalam upacara bendera yang khidmat. Kejadian itu mulai dari peserta atau petugas yang pingsan hingga kesalahan tertentu. Biasanya saat-saat yang paling mendebarkan adalah sewaktu prosesi pengibaran bendera.
Alasannya karena banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Sebut saja seperti kesalahan pergerakan formasi, penarikan bendera yang terkendala karena tali terbelit, hingga posisi bendera yang terbalik. Bahkan yang paling mengejutkan adalah bila tali pengait bendera lepas. Tentu kondisi itu membuat prosesi pengibaran bendera tidak bisa dilakukan.
Hal inilah yang dialami oleh pasukan pengibar bendera di Lapangan Barepan, Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dikutip Okezone dari akun Instagram @kabarklaten, Jumat (17/8/2018), insiden terlepasnya tali pengait bendera berhasil diatasi oleh seorang prajurit TNI. Dalam video tersebut terlihat sang prajurit nekat memanjat tiang bendera tanpa pengaman untuk mengambil tali yang berada di atas.
Sambil membentangkan bendera merah putih. Setelah berhasil mendapatkan tali yang terlepas, prajurit TNI itu kemudian turun sambil membawa tali. Sesampainya di bawah, tali tersebut kemudian di kaitkan ke bendera. Dengan begitu prosesi pengibaran bendera merah putih dalam rangka memeringati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 bisa kembali dilanjutkan.
Aksi prajurit tersebut juga cukup mendapatkan banyak pujian setelah video tersebut diunggah kembali oleh akun gosip @makrumpita. "Wuihh hebat.. demi bendera tetap berkibar. lebih hebat lagi bapaknya naik tiang bendera setipis itu bisa. Brarti klo lomba panjat pinang pasti juara niy.. ," tulis akun @marlena0986.
Ada pula yang berkomentar, "odhotdevy Terharu, bukti nyata klu kita cinta tanah air qt. Salut saya sama pengorbanan anda. #mbrebesmili." Sementara itu, diketahui peristiwa yang sama juga terjadi di Atambua, Nusa Tenggara Timur. Bahkan yang nekat memanjat tiang bendera adalah anak SMP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Nusron Wahid menyebut integrasi data dan percepatan pelayanan pertanahan dapat mempersempit celah mafia tanah.
Progres Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman mencapai 88 persen. Proyek dikebut agar bisa difungsionalkan saat Nataru.
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mencabut gelar menantunya, Raabi'atul Adawiyyah. Keputusan berlaku segera tanpa pengumuman perceraian.
Gelombang tinggi di Kulonprogo merobohkan tiga warung di Pantai Trisik dan membuat air laut masuk ke dua rumah warga.
Gempa M 7,4 mengguncang Kolombia dan menewaskan 111 orang. Presiden Abelardo de la Espriella memimpin langsung penanganan bencana.
Stafsus Menhan Lenis Kogoya meminta TPNPB menghentikan kekerasan terhadap warga sipil Papua serta tidak mengganggu peringatan HUT ke-81 RI.