Prabowo Hadiri Sidang DPR, Sampaikan Kerangka RAPBN 2027
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Lalu Muhammad Zohri, juara dunia atletik nomor Lari 100 meter di arena IAAF U-20 2018 Finlandia, tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/7). /Antara-Muhammad Iqbal
Harianjogja.com, JAKARTA- Sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri belum bisa pulang ke kampung halamannya, setelah gempa besar yang mengguncang Lombok, NTB, Minggu (5/8/2018) malam.
Sebagaimana diketahui, Zohri merupakan putra asli dari NTB. Tepatnya, Zohri lahir di Lombok Utara, NTB, 1 Juli 2000. Wilayah Lombok Utara menjadi yang terparah terkena dampak gempa Lombok berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR).
Zohri akhirnya mengurungkan niatnya pulang ke rumahnya di Dusun Karang Pangsor, Lombok Utara, setelah mengingat kian dekatnya perhelatan Asian Games 2018.
Sprinter yang dijuluki "Bocah Ajaib dari Lombok" ini menjadi satu dari ratusan atlet Indonesia yang akan berlaga di pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.
"Saya tahu kabar itu [gempa Lombok] dari kakak melalui telepon. Saat itu dia menangis dan bilang bahwa Masjid dan bangunan sudah runtuh," kata Zohri saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Rabu (8/8/2018) sore.
"Mendengar kabar itu, saya sempat menangis juga dan berpikir ingin pulang. Tapi karena ada Asian Games, saya tahan. Saya akan pulang habis Asian Games saja," sambung sprinter 18 tahun.
Zohri menuturkan bahwa keadaan rumah dan keluarganya di Lombok Utara dalam keadaan baik. Namun, dirinya merasa sedih karena teman-teman dan tetangganya bernasib kurang beruntung.
"Keluarga saya sih baik-baik saja di sana. Tapi saya sempat sedih saat mengetahui keadaan masyarakat di kampung saya. Rumah saya memang aman, tapi tetangga-tetangga saya rumahnya rata [dengan tanah]," papar Zohri.
Meski sempat merasa tertekan akibat kejadian itu, Zohri menyebut kakaknya terus mendukung agar dirinya tegar.
Sang kakak juga meminta Zohri fokus menjalankan tugas sebagai atlet, demi menjunjung tinggi harkat dan martabat Indonesia di Asian Games 2018.
"Sedikit kepikiran memang, tapi saya berharap semua baik-baik saja. Kakak mendukung terus dan bilang tak usah dipikirkan," ungkap Zohri.
"Yang penting jangan menyerah, jangan putus asa, tetap tawakal, berdoa dan ingat Allah. Itu semua kuasa Allah," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Microsoft diguncang skandal dugaan penggunaan server Azure untuk pengawasan warga Palestina. GM Microsoft Israel resmi dicopot.
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha