Tragis! Siswi SD di Jenar Sragen Tewas dengan Luka Sajam
Bocah 11 tahun di Sragen ditemukan tewas dengan luka parang. Polisi selidiki dugaan pembunuhan di Jenar.
Muhaimin Iskandar/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JAKARTA- Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur menyatakan para kiai bakal bisa merekomendasikan langkah politik baru bagi Muhaimin Iskandar alias Cak Imin bila tidak terpilih sebagai cawapres Jokowi.
Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar menyatakan jika dalam satu atau dua hari ini Presiden Joko Widodo tidak memilih Muhaimin Iskandar sebagai cawapresnya maka para kiai sangat mungkin mendukung Muhaimin membangun poros baru.
"Kalau Pak Jokowi tidak memilih Pak Muhaimin maka kiai-kiai akan kumpul lagi, berembuk lagi. Opsinya bisa tetap mendukung Pak Jokowi, bisa juga poros baru," kata Kiai Marzuki Senin (6/8/2018) malam.
Menurut Kiai Marzuki, para kiai menilai kepemimpinan nasional yang ideal adalah sinergi nasionalis dan Islam moderat.
Dari beberapa nama tokoh Islam moderat, Muhaimin dianggap paling tepat untuk digandeng Jokowi pada Pilpres 2019.
"Para kiai sudah satu kalimat dan satu barisan mendukung Pak Muhaimin," kata Kiai Marzuki.
Kalau Muhaimin tidak dipilih maka para kiai ingin tahu tokoh yang akhirnya digandeng Jokowi.
"Kalau ternyata tokoh nasionalis juga yang dipilih atau tokoh Islam yang membahayakan Pancasila tentu opsi poros baru sangat mungkin," katanya.
Pada Sabtu (4/8/2018) sebanyak 95 kiai diwakili puluhan kiai meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajukan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden ke Presiden Jokowi.
Puluhan kiai yang menemui PBNU antara lain KH Usamah Mansyur (PP Buntet Cirebon, Jawa Barat), KH Imam Muarif (PP Darul Hikmah Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan), KH Nurul Huda Jazuli (PP Ploso, Jawa timur), TGH Taqiuddin Mansyur (Ketua PWNU NTB).
Selain itu juga KH Fardani (PP Mambaul Falah, Siwalan, Jawa Tengah), KH Muhammad Sani (PP Nurul Mulawarman, Kalimantan Selatan), KH Mukhlasin (Banyumas, Jawa Tengah), Habib Abdullah Ridho bin Yahya (Kalimantan Barat), KH Masud Masduki (Yogyakarta), dan KH Muhtadi Dimyati (Banten).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bocah 11 tahun di Sragen ditemukan tewas dengan luka parang. Polisi selidiki dugaan pembunuhan di Jenar.
Presiden Prabowo menyebut Indonesia kehilangan lebih dari US$900 miliar akibat praktik under-invoicing yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Rupiah melemah ke Rp18.107 per dolar AS akibat penguatan dolar AS, kenaikan harga minyak, dan memanasnya konflik Timur Tengah.
OpenAI merilis Lockdown Mode di ChatGPT untuk mengurangi risiko kebocoran data akibat serangan prompt injection dan ancaman siber berbasis AI.
Kota Tarakan masuk status waspada tsunami setelah gempa magnitudo 7,7 di Mindanao, Filipina. BMKG meminta warga menjauhi pantai dan tepian sungai.
DIY dan YAKKUM memperingati Hari Clubfoot Sedunia 2026 dengan memperluas layanan kaki pengkor, edukasi keluarga, dan wisuda metode Ponseti.