Mendagri Tito Usul Kepala Daerah Dapat Insentif dari PAD
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Muhaimin Iskandar/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JAKARTA- Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur menyatakan para kiai bakal bisa merekomendasikan langkah politik baru bagi Muhaimin Iskandar alias Cak Imin bila tidak terpilih sebagai cawapres Jokowi.
Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar menyatakan jika dalam satu atau dua hari ini Presiden Joko Widodo tidak memilih Muhaimin Iskandar sebagai cawapresnya maka para kiai sangat mungkin mendukung Muhaimin membangun poros baru.
"Kalau Pak Jokowi tidak memilih Pak Muhaimin maka kiai-kiai akan kumpul lagi, berembuk lagi. Opsinya bisa tetap mendukung Pak Jokowi, bisa juga poros baru," kata Kiai Marzuki Senin (6/8/2018) malam.
Menurut Kiai Marzuki, para kiai menilai kepemimpinan nasional yang ideal adalah sinergi nasionalis dan Islam moderat.
Dari beberapa nama tokoh Islam moderat, Muhaimin dianggap paling tepat untuk digandeng Jokowi pada Pilpres 2019.
"Para kiai sudah satu kalimat dan satu barisan mendukung Pak Muhaimin," kata Kiai Marzuki.
Kalau Muhaimin tidak dipilih maka para kiai ingin tahu tokoh yang akhirnya digandeng Jokowi.
"Kalau ternyata tokoh nasionalis juga yang dipilih atau tokoh Islam yang membahayakan Pancasila tentu opsi poros baru sangat mungkin," katanya.
Pada Sabtu (4/8/2018) sebanyak 95 kiai diwakili puluhan kiai meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajukan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden ke Presiden Jokowi.
Puluhan kiai yang menemui PBNU antara lain KH Usamah Mansyur (PP Buntet Cirebon, Jawa Barat), KH Imam Muarif (PP Darul Hikmah Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan), KH Nurul Huda Jazuli (PP Ploso, Jawa timur), TGH Taqiuddin Mansyur (Ketua PWNU NTB).
Selain itu juga KH Fardani (PP Mambaul Falah, Siwalan, Jawa Tengah), KH Muhammad Sani (PP Nurul Mulawarman, Kalimantan Selatan), KH Mukhlasin (Banyumas, Jawa Tengah), Habib Abdullah Ridho bin Yahya (Kalimantan Barat), KH Masud Masduki (Yogyakarta), dan KH Muhtadi Dimyati (Banten).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.