Ini Penjelasan PVMBG Soal Gempa Lombok yang Terasa Kuat

Newswire
Newswire Minggu, 05 Agustus 2018 22:17 WIB
Ini Penjelasan PVMBG Soal Gempa Lombok yang Terasa Kuat

Kondisi plafon Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berjatuhan./Ist-Okezone

Harianjogja.com, JAKARTA-Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian ESDM menjelaskan kenapa gempa bumi di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8/2018) terasa kuat.

PVMBG menyebutkan, gempa bumi di Lombok, NTB berpusat di laut.

PVMBG menjelaskan, sebagian besar daerah tersebut tersusun oleh endapan gunung api berumur tersier hingga kuarter, sedimen dan metamorf tersier sampai pra-tersier. Sebagian besar endapan tersebut telah tersesarkan dan terlapukkan. Pada endapan yang terlapukkan diperkirakan goncangan gempa bumi akan lebih kuat karena batuan ini bersifat urai, lepas, belum kompak dan memperkuat efek getaran, sehingga rentan terhadap goncangan gempa bumi.

Menurut BMKG, gempa bumi dirasakan kuat di Mataram, Lombok. Menurut info dari Pos Pengamatan Gunungapi Agung, gempa bumi ini terasa IV MMI di Pos PGA Agung. Gempa bumi ini diperkirakan menimbulkan tsunami, sehingga dikeluarkan peringatan dini Tsunami.

Seperti diketahui, setelah diguncang 6,8 skala Richter (SR), Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali diguncang gempa dahsyat sebesar 7,0 Skala Richter.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami. Namun, warga diminta untuk tetap tenang dan waspada kejadian di sekitarnya.

Gempa 7,0 SR tersebut terjadi pada 5 Agustus 2019 pukul 18.36 WIB dengan koordinat 8,37 lintang selatan dan 116,4 bujur timur dengan kedalaman 15 kilometer.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Okezone

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online