PKB Kumpulkan 250 Pesantren, Bahas Kasus Kekerasan Seksual
PKB gelar Temu Nasional Pesantren 2026 bahas kasus kekerasan seksual. Libatkan pemerintah dan 250 pesantren untuk solusi bersama.
Ilustrasi kenaikan gelombang di Pantai Baron, Gunungkidul, DIY./Harian Jogja-Kusnul Isti Qomah
Harianjogja.com, JAKARTA-Potensi gelombang dengan ketinggian empat hingga enam meter diprediksikan masih terjadi pada pekan awal Agustus 2018. Hal itu berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat.
"Untuk tujuh hari ke depan hingga 5 Agustus 2018 masyarakat terutama nelayan perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi yang dapat mencapai, 4-6 meter," kata Kepala Bagian Humas BMKG Hary Djatmiko di Jakarta, Rabu (1/8/2018).
Gelombang tinggi tersebut berpeluang terjadi di Perairan Sabang, Perairan Mentawai, Perairan Bengkulu hingga barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian selatan.
Tetapi pada 31 Juli-2 Agustus diprakiran terjadi penurunan tinggi gelombang menjadi kategori berbahaya dan akan kembali terjadi peningkatan tinggi gelombang menjadi kategori sangat berbahaya pada tanggal 3-4 Agustus 2018.
Sementara itu, tinggi gelombang 1,25-2,5 meter atau kategori sedang berpeluang terjadi di Selat Ombai, Selat Sape bagian selatan, Laut Timor, Laut Natuna Utara, Perairan utara Kepulauan Natuna, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Bali.
Juga di laut Flores, Perairan timur Sulawesi Tenggara, Laut Maluku, Laut Seram, Perairan utara Papua, Perairan Fak-fak - Kaimana, Perairan selatan Ambon, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kai - Kepulauan Aru, Laut Arafuru.
Sedangkan di Selat Malaka bagian utara, Perairan barat Aceh, Perairan timur Pulau Simeulue hingga Nias, Selat Sumba bagian barat, Perairan selatan Pulau Sawu - Pulau Rote, Laut Sawu berpeluang terjadi tinggi Gelombang 2,5-4 meter.
Gelombang tinggi di Perairan Selatan Indonesia dipicu oleh kecepatan angin yang tinggi. Selain itu, kondisi ini diakibatkan adanya Mascarene High di Samudera Hindia (Barat Australia).
Kondisi ini juga menyebabkan terjadinya swell akibat dari kejadian mascarene high yang menjalar hingga wilayah Perairan Barat Sumatera, dan Selatan Jawa hingga Pulau Sumba.
Mascarene High merupakan kondisi tekanan tinggi yang bertahan di Samudera Hindia (barat Australia) yang memicu terjadinya gelombang tinggi di Perairan Selatan Indonesia.
Untuk tiga hari kedepan, di wilayah Perairan Utara Bima diprakirakan terjadi potensi gelombang tinggi berkisar 0,5-0,75 meter dan Perairan Selatan Bima berkisar 0,75-3,5 meter, Pelabuhan Bima Berkisar 0,5-0,75 meter dan Perairan Samudera Hindia Selatan NTB berkisar 2,0-4,0 meter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PKB gelar Temu Nasional Pesantren 2026 bahas kasus kekerasan seksual. Libatkan pemerintah dan 250 pesantren untuk solusi bersama.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.