Radar GCI Buatan Bandung Perkuat Sistem Pertahanan Udara RI
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Seorang anak bermain di sebuah lahan terbuka yang khusus untuk tempat bermain anak di Kampung Leles, Condongcatur, Depok, Sabtu (14/7/2018) Harian Jogja-Irwan A.Syambudi
Harianjogja.com, BANDUNG-Forum Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak-Panti Sosial Asuhan Anak (Fornas LKSA-PSAA) menggelar Munas di Kota Bandung.
Salah satu hasilnya mengusulkan kepada pemerintah agar setiap tanggal 26 Juli diperingati sebagai Hari Anak Yatim Nasional.
"Kenapa kami mengusulkan tanggal 26 Juli jadi Hari Anak Yatim Nasional, itu karena kami selalu berpikir bawah anak-anak yatim itu perlu dibahagiakan. Dialah anak-anak bangsa yang perlu dibahagiakan, anak-anak kita yang boleh dikatakan kurang beruntung karena sudah ditinggalkan oleh ayah dan ibunya," kata Ketua Fornas LKSA-PSAA H Yanto Mulya Pibiwanto, di Bandung, Kamis (26/7/2018).
Yanto mengatakan alasan pihaknya menjadikan tanggal 26 Juli diperingati sebagai Hari Anak Yatim Nasional karena hal tersebut berkaitan dengan musyawarah nasional Fornas LKSA-PSAA yang dihadiri oleh perwakilan dari 26 provinsi di Indonesia.
"Kemudian usulan Hari Anak Yatim Nasional ini juga berdekatan dengan Hari Anak Nasional, tiga hari setelah Hari Anak Nasional kemudian ada Hari Anak Yatim," kata dia.
Menurut dia, sebanyak 26 perwakilan Formas LKSA-PSAA se Indonesia telah menandatangi usulan agar setiap tanggal 16 Juli diperingati sebagai Hari Anak Yatim Nasional kepada pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
"Dan Insya Allah surat usulan dari kami akan diterima oleh direktorat di Kemensos. Dan ini juga disambut baik oleh KPAI," ujar Yanto.
Hari ini, organisasi non pemerintah yang digagas serta digerakkan oleh para Ketua Panti Asuhan Anak, praktisi, aktivis perlindungan anak yakni Formas LKSA-PSAA menggelar Munas di Kota Bandung.
Munas Fornas LKSA-PSAA yang berlangsung sejak tanggal 24 Juli hingga besok (27 Juli 2018) ini digelar bertepatan dengan momentum pergantian kepengurusan forum tersebut.
Yanto mengatakan munas Fornas LKSA-PSAA nengusung tema "Tanamkan Peduli, Tumbuhkan Kolaborasi" ini memiliki tujuan untuk memicu peningkatan standar dan kualitas pengasuhan anak melalui proses pertukaran informasi, diskusi program, peningkatan kapasitas lembaga hingga pemetaan kolaborasi antae stakeholder terkait pengasuh anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
TBY menggelar Ekspresi Seni Kontemporer Lintas Generasi di Jogja dengan menghadirkan tiga koreografer dari generasi berbeda.
Harga cabai rawit di Temanggung naik menjadi Rp65.000 per kilogram akibat produksi menurun karena cuaca hujan dan permintaan tinggi.