Radar GCI Buatan Bandung Perkuat Sistem Pertahanan Udara RI
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Foto aerial stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) yang berada di kompleks olahraga Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (30/6)./ANTARA-Nova Wahyudi
Harianjogja.com, JAKARTA - Kasus perusakan fasilitas Stadion Jakabaring, Palembang dinilai sebagai hal yang memalukan Sumatra Selatan sebagai salah satu tempat penyelanggaraan Asian Games.
Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin, melihat langsung kerusakan tempat duduk penonton karena ulah suporter di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, Senin, 23 Juli 2018.
Akibat ulah tersebut, Alex yang juga menjabat sebagai pembina klub Sriwijaya FC ini mengatakan klub berjuluk Laskar Wong Kito ini untuk sementara dilarang menggunakan GSJ untuk laga kandang di Liga 1 Indonesia. Dia mempersilakan manejemen Sriwijaya mencari lokasi lainnya yang lebih aman. "Untuk sementara tidak boleh main di sini, karena akan disterilkan," kata Alex Noerdin.
Menurut Alex, selain permintaan dari dirinya sendiri, pelarangan yang sama juga sudah disampaikan oleh pihak INASGOC atau panitia Asian Games 2018. Dalam catatan Alex bukan hanya kali ini suporter berulah. Sebelumnya manejemen klub ini juga diharuskan membayar denda akibat aksi tak terpuji suporter dengan menyalakan flare pada saat pertandingan masih berlangsung.
Alex merasa sedih dan malu melihat perilaku brutal oknum suporter dari Singamania dan Sriwijaya mania itu. Pasalnya fasilitas tersebut termasuk dalam arena utama Asian Games 2018 yang akan berlangsung kurang dari sebulan lagi itu. "Ini menggangu perasaan dan memalukan Sumatra Selatan," kata Alex.
Direktur Venue Jakabaring Sport City, Basyaruddin, mengatakan akibat aksi anarkis itu, pengelola dan pemerintah merugi besar. Sebanyak 335 kursi yang berada di tribun utara dan selatan dirusak para suporter Sriwijaya FC. Rinciannya adalah 231 kursi yang rusak di tribun utara dan 104 di tribun selatan yang dibeli melalui anggaran pemerintah. Sedangkan perbaikan juga membutuhkan waktu panjang.
Kerusakan tersebut dilakukan oleh dua kelompok suporter Sriwijaya FC, Sabtu petang lalu, seusai Sriwijaya FC dikalahkan Arema 3-0. Dari keterangan Rusli Nawi, pengawas dari PT Jakabaring Sports City, pelaku perusakan adalah kelompok Singa Mania dan Sriwijaya Mania.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
TPR lama Parangtritis dibongkar di Bantul, akses wisata dialihkan sementara dan jalur utama ditata ulang untuk kelancaran lalu lintas.
Apple Shortcuts di iOS bisa digunakan untuk melacak iPhone hilang lewat foto dan lokasi otomatis sebagai lapisan keamanan tambahan.
“Restorasi Gumuk Pasir menjadi salah satu program unggulan dalam penataan kawasan wisata pantai selatan,"
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.