OJK Targetkan Bank Umum Syariah Baru Berdiri pada 2026
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.
Ilustrasi budi daya ikan/JIBI
Harianjogja.com, BOYOLALI-Sebanyak 50 peternak ikan keramba di Waduk Kedung Ombo (WKO) Dukuh Bulu Serang, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali, dalam sepekan terakhir mengalami kerugian hingga Rp2 miliar karena banyak ikan yang mati mendadak.
Menurut Kepala Desa Wonoharjo Gunadi di Boyolali, Jumat (6/7/2018), fenomena ikan mati mendadak diduga akibat pergantian musim dari musim hujan ke musim kemarau yang terjadi saat ini.
Bahkan, katanya, sebagian peternak terpaksa memanen ikan lebih dini untuk menghindari kerugian yang lebih besar. "Kami perkirakan ikan yang mati mencapai 100 ton, dan kerugian diperkirakan mencapai Rp2 miliar," kata Gunadi.
Kegagalan produksi tersebut menyebabkan pasokan ikan air tawar ke pasar menjadi berkurang, kemudian berdampak pada kenaikan harga hingga Rp5.000/kg. Sebelumnya harga ikan air tawar di tingkat peternak sekitar Rp24.000 hingga Rp25.000 per kg, kini menjadi Rp30.000 per kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.
OpenAI meluncurkan ChatGPT Finance yang bisa terhubung ke rekening bank dan investasi untuk analisis keuangan personal pengguna.
Ekonom UAJY menilai pelemahan rupiah tetap berdampak ke warga desa dan kritik pernyataan Prabowo soal dolar AS.
KKMP di Kota Jogja sudah produksi ribuan batik ASN dan siapkan 65.000 seragam sekolah meski belum punya gerai permanen.
Apple mulai uji produksi chip iPhone dan Mac di Intel untuk kurangi ketergantungan pada TSMC di tengah tekanan AI dan geopolitik
Tech3 resmi perpanjang kontrak jangka panjang dengan KTM demi hadapi regulasi baru MotoGP 2027. Tetap dapat pasokan motor spesifikasi pabrikan.