Kemendagri Sentil Bupati Pati Sudewo, Ini Penyebabnya
Kementerian Dalam Negeri menyentil Bupati Kabupaten Pati Jawa Tengah Sudewo untuk menjaga lisan dan perbuatannya.
Ilustrasi: Sejumlah anggota Polri dan prajurit TNI mengikuti apel gabungan pergeseran pasukan di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Selasa (18/4/2017)./ANTARA-Rivan Awal Lingga
Harianjogja.com, JAKARTA - Dua anggota Polri diduga dikeroyok anggota TNI di kawasan Cijantung. Kejadian diduga terkait kasus sebelumnya, yakni dua anggota TNI tewas dalam bentrokan dengan oknum anggota Brimob di sebuah rumah biliar di kawasan Bogor.
Mabes Polri mengakui ada dua anggotanya yaitu Brigadir Dua Feri Saputra dan Brigadir Dua Bimo Yudho yang menjadi korban pengeroyokan diduga dilakukan oknum anggota TNI di Cijantung, Jakarta.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengungkapkan dua anggota Polri tersebut baru saja selesai tugas patroli Operasi Cipta Kondisi di wilayah Jakarta Selatan dan beristirahat di sebuah warung untuk membeli minuman.
Namun, menurut Setyo, dua anggota Polri dari Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya tersebut mendadak dikeroyok orang tidak dikenal.
"Iya, memang betul ada kejadian [pengeroyokan] itu. Itu oknumlah ya, pasti oknum," tuturnya, Senin (11/6/2018).
Dia memastikan para pelaku akan diberikan hukuman yang sesuai dari institusinya karena telah melakukan pengeroyokan terhadap dua anggota Polri yang telah selesai bertugas.
Kendati demikian, dia mengimbau kepada seluruh anggota TNI-Polri agar tetap rukun dan berjalan berdampingan untuk menjaga Indonesia dari berbagai ancaman keamanan.
"Saya kira semua sudah menyadari bahwa Polri dan TNI harus kerja sama dengan baik. Tetapi kalau memang ada oknum ya tanggungjawab mereka sendiri," katanya.
Menurut Setyo, Kepolisian memastikan akan menelusuri perkara pengeroyokan tersebut.
Saat ini, dua anggota Polri korban pengeroyokan itu sudah dibawa ke RS. Polri Kramat Jati untuk menjalani pengobatan usai dikeroyok sejumlah orang tidak dikenal yang diduga merupakan oknum anggota TNI di Cijantung.
"Nanti akan kami cek. Kita akan terapkan hukuman sesuai aturan yang berlaku," ujar Setyo.
Meski demikian, Setyo tidak menyebutkan kemungkinan adanya unsur balas dendam terkait kasus tewasnya dua anggota TNI di kawasan Bogor. Berita lengkapnya silakan simak di tautan berikut:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Kementerian Dalam Negeri menyentil Bupati Kabupaten Pati Jawa Tengah Sudewo untuk menjaga lisan dan perbuatannya.
Puncak haji 2026 segera dimulai. Simak jadwal Armuzna, tahapan wukuf di Arafah, dan tips persiapan jemaah haji.
Mensos Gus Ipul menonaktifkan dua pejabat pengadaan Sekolah Rakyat terkait investigasi dugaan maladministrasi pengadaan barang.
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Ditjenpas membantah video viral dugaan sel mewah dan penggunaan HP di Lapas Cilegon serta menegaskan pengawasan tetap dilakukan.