Seorang Nenek Jadi Korban Perampokan dan Pembunuhan Sadis, Begini Kondisinya ketika Ditemukan

Newswire
Newswire Senin, 28 Mei 2018 11:53 WIB
Seorang Nenek Jadi Korban Perampokan dan Pembunuhan Sadis, Begini Kondisinya ketika Ditemukan

Kondisi nenek Jeanne ketika ditemukan. /Istimewa-Dok warga

Harianjogja.com, JAKARTA - Seorang wanita renta menjadi korban perampokan dan pembunuhan sadis.

Jeanne Setyadi ditemukan tergeletak di lantai rumahnya dengan berlumuran darah di bagian kepalanya, Minggu (27/5/2018). Mayatnya ditemukan setelah adik-adiknya pulang dari gereja.

Foto yang didapatkan Suara.com memperlihatkan posisi nenek 70 tahun itu saat ditemukan tewas pertama kali. Jeanne mengenakan daster motif kembang cokelat. Dia juga masih mengenakan sandal jepit.

Jeanne jatuh di depan sebuah pintu pintu. Di dekatnya ada tongkat berkaki empat berwarna silver. Dia dipukul sebuah benda tumpul di bagian kepalanya.

Saat ini rumah Jeanne di Komplek Loka Permai, RT 10, RW 6 Nomor 28, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan terkunci rapat. Pintu pagar rumahnya dipasang garis polisi.

Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan tersebut. "Dugaan sementara korban dibunuh dengan benda tumpul," kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Sujanto kepada Suara.com, Minggu (27/5/2018).

Alasan polisi menduga korban tewas akibat pukulan yang menyasar di bagian kepala korban.

"Diduga [korban] dipukul di bagian dahi dan kepala," katanya.

Terkait kasus pembunuhan ini, polisi sedang mengumpulkan bukti terutama rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk mengungkap ciri-ciri perampok yang diduga telah membunuh korban.

"Iya ini lagi cari-cari [CCTV] kita ya," kata dia.

Dia diduga korban perampokan.

"Iya, dugaan sementara korban kasus curas [pencurian dengan kekerasan]," tambahnya.

Polisi pun langsung mendatangi kediaman korban di Komplek Loka Permai, RT 10, RW 6 Nomor 28, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Berdasarkan temuan sementara, ada sejumlah barang berharga miliki J yang raib.

"Ada [barang berharga yang hilang]. Sementara ada cincin dan jam tangan yang hilang," kata Sujanto.

Polisi masih terus mengumpulkan bukti-bukti terkait tewasnya wanita paruh baya tersebut tersebut.

Perempuan 70 tahun itu ditemukan sudah tak bernyawa di rumahnya. Saat ditemukan, jasad korban sudah berlumuran darah dengan kondisi tertelungkup di lantai.

Korban pertama kali ditemukan oleh dua saudari kandungnya berinisial H dan A sesampainya di rumah usai melaksanakan kebaktian di gereja.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : suara.com

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online