Kebakaran Kandang Bebek di Boyolali, 2.500 Ekor Mati Terpanggang
Kebakaran kandang bebek di Boyolali diduga akibat korsleting listrik. Sebanyak 2.500 ekor bebek mati dan kerugian ditaksir Rp100 juta.
Foto ilustrasi penangkapan. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI
Harianjogja.com, PONOROGO— Kepolisian terus memburu A, anak dari Nur Aini, 55, perempuan yang ditemukan meninggal dunia dengan luka parah di rumahnya di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, terduga pelaku pembunuhan tersebut diduga telah melarikan diri ke wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengungkapkan bahwa informasi keberadaan terduga pelaku diperoleh dari sejumlah petunjuk yang berhasil dihimpun aparat kepolisian. Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi langsung melakukan pengejaran serta berkoordinasi dengan aparat keamanan di wilayah tujuan pelarian guna mempercepat proses penangkapan.
"Tim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa terduga pelaku menitipkan sepeda motor, tas, dan sejumlah barang yang dibawanya kepada seorang laki-laki. Barang-barang tersebut dititipkan dengan alasan akan melakukan perjalanan jauh,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Meski hingga kini keberadaan A belum berhasil ditemukan, AKP Imam menegaskan proses pengejaran akan terus dilakukan. Hal itu diperkuat dengan hasil identifikasi serta barang bukti yang mengarah pada dugaan kuat bahwa pelaku pembunuhan adalah salah satu anak korban berinisial A yang saat ini menghilang.
"Berdasarkan hasil penyelidikan sampai hari ini, benar bahwa terduga pelaku adalah anak korban yang berinisial A,” ungkapnya.
Untuk kepentingan penyelidikan, kepolisian juga telah merampungkan proses autopsi dan visum luar terhadap jenazah Nur Aini. Autopsi dilakukan pada Senin (26/1/2026) dan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kekerasan yang dialami korban sebelum meninggal dunia.
AKP Imam menjelaskan, hasil pemeriksaan forensik menunjukkan korban mengalami luka akibat benturan benda tumpul serta luka sayatan benda tajam di beberapa bagian tubuh. Luka paling fatal ditemukan di bagian leher dan kepala korban.
“Di bagian kepala terdapat luka sayatan dan luka akibat benturan benda tumpul. Di tangan juga ditemukan luka, serta di leher terdapat sayatan yang hampir memutus,” paparnya.
Ia menambahkan, dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri Polda Jawa Timur menyimpulkan penyebab kematian korban adalah luka sayatan di leher yang diduga kuat akibat senjata tajam, seperti pisau atau benda tajam lainnya.
Berdasarkan hasil autopsi tersebut, polisi memperkirakan peristiwa pembunuhan terjadi pada rentang waktu Sabtu pagi hingga sore hari, sebelum korban akhirnya ditemukan meninggal dunia di rumahnya.
"Di bagian leher ada luka sayatan benda tajam hingga nyaris putus lehernya," tambahnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan pendalaman kasus serta pengejaran intensif terhadap terduga pelaku pembunuhan, sembari mengumpulkan keterangan tambahan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa secara menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Kebakaran kandang bebek di Boyolali diduga akibat korsleting listrik. Sebanyak 2.500 ekor bebek mati dan kerugian ditaksir Rp100 juta.
Indonesia mulai bangun kapal selam Scorpène lebih cepat dari target. Libatkan PT PAL dan Naval Group Prancis.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 3 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
KPK periksa istri dan anak eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono, telusuri aset dugaan gratifikasi Rp17 miliar.
Jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 3 Juli 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek waktu keberangkatan di sini.
Harga bahan pokok di Sleman turun selama Juni 2026, diduga akibat liburnya program MBG saat libur sekolah.