Meriah! Festival Balon Udara di Solo Disambut Antusias
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
Foto ilustrasi penangkapan. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI
Harianjogja.com, PONOROGO— Kepolisian terus memburu A, anak dari Nur Aini, 55, perempuan yang ditemukan meninggal dunia dengan luka parah di rumahnya di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, terduga pelaku pembunuhan tersebut diduga telah melarikan diri ke wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengungkapkan bahwa informasi keberadaan terduga pelaku diperoleh dari sejumlah petunjuk yang berhasil dihimpun aparat kepolisian. Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi langsung melakukan pengejaran serta berkoordinasi dengan aparat keamanan di wilayah tujuan pelarian guna mempercepat proses penangkapan.
"Tim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa terduga pelaku menitipkan sepeda motor, tas, dan sejumlah barang yang dibawanya kepada seorang laki-laki. Barang-barang tersebut dititipkan dengan alasan akan melakukan perjalanan jauh,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Meski hingga kini keberadaan A belum berhasil ditemukan, AKP Imam menegaskan proses pengejaran akan terus dilakukan. Hal itu diperkuat dengan hasil identifikasi serta barang bukti yang mengarah pada dugaan kuat bahwa pelaku pembunuhan adalah salah satu anak korban berinisial A yang saat ini menghilang.
"Berdasarkan hasil penyelidikan sampai hari ini, benar bahwa terduga pelaku adalah anak korban yang berinisial A,” ungkapnya.
Untuk kepentingan penyelidikan, kepolisian juga telah merampungkan proses autopsi dan visum luar terhadap jenazah Nur Aini. Autopsi dilakukan pada Senin (26/1/2026) dan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kekerasan yang dialami korban sebelum meninggal dunia.
AKP Imam menjelaskan, hasil pemeriksaan forensik menunjukkan korban mengalami luka akibat benturan benda tumpul serta luka sayatan benda tajam di beberapa bagian tubuh. Luka paling fatal ditemukan di bagian leher dan kepala korban.
“Di bagian kepala terdapat luka sayatan dan luka akibat benturan benda tumpul. Di tangan juga ditemukan luka, serta di leher terdapat sayatan yang hampir memutus,” paparnya.
Ia menambahkan, dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri Polda Jawa Timur menyimpulkan penyebab kematian korban adalah luka sayatan di leher yang diduga kuat akibat senjata tajam, seperti pisau atau benda tajam lainnya.
Berdasarkan hasil autopsi tersebut, polisi memperkirakan peristiwa pembunuhan terjadi pada rentang waktu Sabtu pagi hingga sore hari, sebelum korban akhirnya ditemukan meninggal dunia di rumahnya.
"Di bagian leher ada luka sayatan benda tajam hingga nyaris putus lehernya," tambahnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan pendalaman kasus serta pengejaran intensif terhadap terduga pelaku pembunuhan, sembari mengumpulkan keterangan tambahan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa secara menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Liga 1 2025/2026 usai menang dramatis atas PSM Makassar dan unggul dari Borneo FC.
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Johann Zarco mengalami cedera ACL, PCL, dan meniskus usai kecelakaan di MotoGP Catalunya 2026 dan terancam absen panjang.
Dugaan tindakan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan Lurah Garongan, Panjatan, Kulonprogo masih terus didalami. Setelah bertemu Bupati Kulonprogo, Agung Setyaw