Kebakaran Pasar Modern BSB Semarang, 179 Kios Terdampak
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Keluarga terduga teroris Dita Uprianto dan istrinya, Puji Kuswati./Suara-Istimewa
Harianjogja.com, SURABAYA- Tiga jenazah pelaku pengeboman gereja di Surabaya, Dita Oeprianto (46), dan dua anaknya, Yusuf Fadil (18) dan Firman Halim (16) akhirnya dimakamkan. Jasad mereka 11 hari berada di kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, sejak (13/5/2018) lalu.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan pemakaman 3 bomber dilakukan, Kamis (24/5/2018) siang.
"Iya, jenazah diambil keluarganya dan dimakamkan di Sidoarjo," jelasnya, Jumat (25/5/2018).
Jenazah keluarga Dita, juga keluarga pengebom Markas Polrestabes Surabaya, tertahan cukup lama di RS Bhayangkara. Tiga alasan teknis mengemuka, yakni proses identifikasi berlangsung lama, tidak ada keluarga yang mengambil, dan warga menolak jenazah pelaku bom bunuh diri itu dimakamkan di sekitar rumah warga.
Barung menggambarkan proses kerja tim dokter forensik dan DVI RS Bhayangkara. Menurutnya, butuh kejelian dan waktu untuk menyelesikan tes DNA terhadap Dita dan dua anaknya. Pasalnya, kondisi ketiga jasad sudah tak dikenali lagi dan nyaris hancur akibat ledakan bom.
"Jasad dicek betul. Kami cocokan DNA dengan data sekunder dan primer, karena jasad ini tak dikenali lagi, hancur akibat ledakan bom," terangnya.
Informasi yang didapat Suara.com, jenazah Dita dan dua anak lelakinya dimakamkan di pemakaman Mr X milik Dinas Sosial (Dinsos) yang terletak di Jalan A Yani, Sidoarjo.
Sebelumnya, istri dan dua anak perempuan Dita sudah dimakamkan lebih dulu di tempat yang sama.
Dita Oeprianto (46), adalah pelaku bom bunuh di Gereja Panthekosta Jalan Arjuno Surabaya. Kemudian dua anak Dita, yakni Yusuf Fadil (18) dan Firman Halim (16) yang bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jl Ngagel Surabaya.
Sedangkan istri dan dua anak perempuan Dita mekakukan bom bunuh diri di GKI Diponegoro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.