Heatstroke Saat Cuaca Panas, Kenali Gejala dan Pertolongan Pertamanya
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
ilustrasi. /Reuters-Ina Fassbender
Harianjogja.com, BANDUNG- Sedang dalam perjalanan membuat Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher harus menyesuaikan waktu puasanya dengan waktu setempat.
Bahkan, ia sempat berpuasa selama 20 jam karena harus melewati benua ruang beda zonasi waktu dalam kunjungan kerja ke Tunisia.
Kabag Publikasi Pemprov Jabar Ade Sukalsah, dalam siaran persnya, Sabtu (19/5/2018), mengatakan rombongan sahur di pesawat dari Indonesia menuju Tunisia pada Rabu (16/5/2018) malam.
"Buka puasa di negara setempat [Tunisia] pada Kamis [17/5/2018] adalah pukul 19.22 artinya kami berpuasa sekitar 16 jam. Menjadi hampir 20 jam jika ditambah total waktu dengan melewati berbagai zona, perjalanan di pesawat saja 14 jam dari Cengkareng ke Tunisia," katanya.
Menurut dia, sekalipun jauh lebih lama dari waktu puasa reguler di tanah air, Gubernur Jabar dan rombongan menjalani itu semua dengan menikmati dan tanpa keluhan.
Demikian pula dengan istri Gubernur, Netty Heryawan, yang juga menjalani semuanya tak ubah seperti di Indonesia, terlebih suhu pada saat ini di Tunis berkisar 20 derajat dan berawan, nyaris sama dengan iklim Bandung.
"Karena yang paling penting, dari agenda kunjungan kerja kali ini, beberapa sudah tercapai. Seperti respon baik dari para pihak di Tunisia, mulai dari pemerintah Tunisia hingga kalangan usaha," katanya.
"Respon yang kami terima baik setelah bertemu langsung memenuhi undangan dari Menteri Pembangunan, Investasi, dan Kerja Sama Luar Negeri Tunisia. Demikian pula saat courtesy call diterima langsung Perdana Menteri Tunisia, Youssep Chahed, di kediamannya," lanjutnya.
Ade menjelaskan, respon baik itu antara lain saat Gubernur Aher bersama Kadin Jabar telah menjajaki kerjasama investasi dengan Tunisia dan hal itu terungkap dalam business meeting bersama para pengusaha Tunisia di Hotel Movenpick, Tunis, Jumat (18/5/2018), pukul 10 pagi waktu setempat.
Pertemuan berlangsung selama 2 jam diawali pemaparan kinerja dan potensi ekonomi Tunisia yang disampaikan beberapa perwakilan pengusaha.
Dilanjutkan pemaparan Gubernur Aher beserta Kadin Jabar yang memaparkan kondisi aktual Jabar sekaligus review kerjasama ekspor impor yang sudah berlangsung antara Jabar dan Tunisia.
"Kita senang pertemuan hari ini dengan para pengusaha Tunisia berlangsung sangat akrab, masing-masing pihak berkomitmen untuk memperkuat kerjasama yang sudah berlangsung sampai saat ini," kata Aher.
Berdasarkan data dari Dinas Indag Jabar bahwa realisasi ekspor barang dari Jabar ke Tunisia saat ini senilai 731.448 dollar, meliputi manufaktur, coklat, alat-alat medis, optikal, dan furnitur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.