Korupsi Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Dua Pegawai Perseroda Dijerat
Kejari Boyolali menetapkan dua pegawai PT Aneka Karya Boyolali sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi periode 2023-2025.
Petugas Brimob berjaga di depan Mako Brimob pascabentrok antara petugas dengan tahanan di Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5/2018) malam./Antara-Indrianto Eko Suwarso
Harianjogja.com, JAKARTA- Ricuh di Mako Brimob Depok menyebabkan enam orang tewas termasuk narapidana teroris. Saat tragedi itu terjadi, seorang napi teroris diketahui sempat menginformasikan kejadian itu ke pengacaranya yang tergabung dalam Tim Pengacara Muslim (TPM).
Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan mengungkapkan saat kejadian itu mulai terjadi, salah satu dari kliennya di Mako Brimob menghubungi dia untuk memberi tahu adanya insiden bentrokan.
"Sebelumn kejadian saya dihubungi itu sekitar jam setengah 21.00 malam, hari Selasa. Komunikasinya itu lewat telepon, memang itu ada kejadian. tersebut. Terdengar juga saat itu suara letusan. Dia bilang, pak ada korban," kata Michdan di Kantor Pusat MER-C, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (10/5/2018).
Mendapat kabar adanya bentrokan, Michdan langsung menghubungi salahsatu Komisioner Komnas HAM dan Komisi III DPR. Ia berharap, dua lembaga itu bisa mengambil langkah tepat agar tidak jatuh korban.
Michdan menceritakan, saat hari kejadian, adalah hari besuk keluarga buat para tahanan. Namun, hari besuk itu kemudian dibatalkan oleh pihak pengamanan di Mako Brimob.
Menurut Michdan, besuk menjelang Ramadan adalah hari yang sangat berarti buat para tahanan. Sebab, mereka membutuhkan persiapan, terutama dari segi makanan untuk bulan Ramadan.
"Saya mendapatkan informasi, hari besuknya dibatalkan dan biasanya pembesukan jelang Ramadan itu, biasanya persiapan membawa makanan, persediaan puasa. Itu sudah biasa mereka lakukan," tutur Michdan.
Namun, hampir semua Lapas dan Rumah Tahanan, memiliki peraturan baru mengenai makanan dari luar untuk para napi. Hal itu, menurut dia menjadi salahsatu pemicu masalah dan sering dikeluhkan para napi.
"Kadang-kadang diperiksa secara, diinilah ya, barangkaali itu SOPnya, makanan diperiksa, dibuka segala macam. Tetapi kan itu kemudian menjadi persoalan soal makanan," ujar Michdan.
"Memang selama ini yang menjadi dasar belakangan ini adalah soal makanan. Termasuk juga di LP Nusakambangan, itu mereka sudah tidak bisa membawa makanan dari luar," tutur Michdan.
Padahal, menurut dia, makan yang dipersiapkan pihak LP dan Rutan tak terlalu memuaskan Napi. Terutama soal gizi dan porsi yang dinilai kurang.
"Paling tidak bawaan dari keluarga itu adalah harapan bagi mereka. Tapi menurut hemat saya itu antara lain bagian kecil pemicu," kata Michdan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Kejari Boyolali menetapkan dua pegawai PT Aneka Karya Boyolali sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi periode 2023-2025.
Pemerintah memperpanjang kebijakan WFH ASN sehari dalam sepekan hingga akhir September 2026 dengan pelayanan publik tetap berjalan penuh.
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Fadli Zon menilai setiap Presiden RI memiliki gaya pidato berbeda. Menurutnya, gaya komunikasi Prabowo tetap konsisten dan konseptual.
BPS mencatat jumlah penduduk miskin Indonesia turun menjadi 22,93 juta orang atau 8,07 persen pada Maret 2026.