Pajak Kendaraan Jateng Nunggak Rp2,4 Triliun, Ini Datanya
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Petugas Brimob berjaga di depan Mako Brimob pascabentrok antara petugas dengan tahanan di Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5/2018) malam./Antara-Indrianto Eko Suwarso
Harianjogja.cm, PADANG- Napi teroris yang tewas dalam rusuh di Mako Brimob Depok diketahui bernama Samsutrisno,32. Namun sampai kini polisi belum menemukan kediaman almarhum.
Polres Agam, Sumatra Barat, sedang mencari lokasi asal Beni Samsutrisno,32 tahanan teroris yang tewas pada kerusuhan di Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob Depok pada Selasa 8 Mei 2018 malam WIB. Tahanan teroris ini diketahui beralamat di Pintu Rimbo, Jorong Kudung Kecamatan Ampek Nagara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
“Kami sudah menerima laporan tersebut ada salah satu Napi teroris yang terlibat kerusuhan di Mako Brimob merupakan warga Agam. Anggota sudah kami turunkan ke lapangan untuk mencari tahu keberadaan alamat tersebut. Sepanjang yang kita ketahui, yang ada itu Kecamatan Ampek Nagari. Nah, Ampek Nagara ini yang masih kita telusuri apakah ada atau tidak," kata Kapolres Agam, AKBP Ferry Suwandi, Kamis (10/5/2018).
Kata Kapolres, apabila alamat yang dimaksud Ampek Nagara itu merupakan Ampek Nagari, dan kemudian benar Napi tersebut tinggal di daerah itu, maka pihaknya akan memberi tahu dan akan berbicara dengan pihak keluarga, apakah jenazah tersebut akan dibawa ke kampung halamannya atau tidak. "Kalau benar di situ nanti kami akan menanyakan rencana selanjutnya perihal jenazah Beni, dibawa pulang kampung atau bagaimana," katanya.
Dalam rekam jejaknya kata Ferry, Beni merupakan Napi teroris yang tertangkap di daerah Pekanbaru dan tinggal di sana. “Bisa jadi keluarga Beni tidak berada di lokasi itu, tapi di Pekanbaru. Akan tetapi, kami kita akan tetap telusuri," ucap Ferry.
Berdasarkan data yang dikumpulkan Okezone, Beni Samsutrisno merupakan anggota jaringan Jamaah Ansor Daulah (JAD). Pria kelahiran Pariaman, Sumatra Barat pada 18 Juni 1986 ini dikenal sebagai aktor yang berencana menyerang sejumlah kantor kepolisian di Pekanbaru, Riau.
Pada 24 Oktober 2017, dia ditangkap oleh polisi dalam operasi penindakan serentak di berbagai kota. Beni ditangkap di Jalan Kopkar Raya, Perumahan Gading Permai, Pekanbaru, Riau.
Ferry menambahkan, untuk kondisi di wilayah kerjanya dalam keadaan kondusif dan tidak ada faham radikalisme yang masuk, kalaupun ada warga Agam yang menganut paham radikalisme atau bergabung dengan jaringan teroris. “Kalau ada yang terpapar itu tidak dari Agama atau dari Sumbar tapi mereka yang sudah merantau dan terpapar di daerah lain,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.