Polisi Belum Temukan Kediaman dan Keluarga Napi Teroris asal Sumatra yang Tewas

Newswire
Newswire Kamis, 10 Mei 2018 16:38 WIB
Polisi Belum Temukan Kediaman dan Keluarga Napi Teroris asal Sumatra yang Tewas

Petugas Brimob berjaga di depan Mako Brimob pascabentrok antara petugas dengan tahanan di Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5/2018) malam./Antara-Indrianto Eko Suwarso

Harianjogja.cm, PADANG- Napi teroris yang tewas dalam rusuh di Mako Brimob Depok diketahui bernama Samsutrisno,32. Namun sampai kini polisi belum menemukan kediaman almarhum.

Polres Agam, Sumatra Barat, sedang mencari lokasi asal Beni Samsutrisno,32 tahanan teroris yang tewas pada kerusuhan di Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob Depok pada Selasa 8 Mei 2018 malam WIB. Tahanan teroris ini diketahui beralamat di Pintu Rimbo, Jorong Kudung Kecamatan Ampek Nagara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

“Kami sudah menerima laporan tersebut ada salah satu Napi teroris yang terlibat kerusuhan di Mako Brimob merupakan warga Agam. Anggota sudah kami turunkan ke lapangan untuk mencari tahu keberadaan alamat tersebut. Sepanjang yang kita ketahui, yang ada itu Kecamatan Ampek Nagari. Nah, Ampek Nagara ini yang masih kita telusuri apakah ada atau tidak," kata Kapolres Agam, AKBP Ferry Suwandi, Kamis (10/5/2018).

Kata Kapolres, apabila alamat yang dimaksud Ampek Nagara itu merupakan Ampek Nagari, dan kemudian benar Napi tersebut tinggal di daerah itu, maka pihaknya akan memberi tahu dan akan berbicara dengan pihak keluarga, apakah jenazah tersebut akan dibawa ke kampung halamannya atau tidak. "Kalau benar di situ nanti kami akan menanyakan rencana selanjutnya perihal jenazah Beni, dibawa pulang kampung atau bagaimana," katanya.

Dalam rekam jejaknya kata Ferry, Beni merupakan Napi teroris yang tertangkap di daerah Pekanbaru dan tinggal di sana. “Bisa jadi keluarga Beni tidak berada di lokasi itu, tapi di Pekanbaru. Akan tetapi, kami kita akan tetap telusuri," ucap Ferry.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Okezone, Beni Samsutrisno merupakan anggota jaringan Jamaah Ansor Daulah (JAD). Pria kelahiran Pariaman, Sumatra Barat pada 18 Juni 1986 ini dikenal sebagai aktor yang berencana menyerang sejumlah kantor kepolisian di Pekanbaru, Riau.

Pada 24 Oktober 2017, dia ditangkap oleh polisi dalam operasi penindakan serentak di berbagai kota. Beni ditangkap di Jalan Kopkar Raya, Perumahan Gading Permai, Pekanbaru, Riau.

Ferry menambahkan, untuk kondisi di wilayah kerjanya dalam keadaan kondusif dan tidak ada faham radikalisme yang masuk, kalaupun ada warga Agam yang menganut paham radikalisme atau bergabung dengan jaringan teroris. “Kalau ada yang terpapar itu tidak dari Agama atau dari Sumbar tapi mereka yang sudah merantau dan terpapar di daerah lain,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Okezone

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online