Menteri Wiranto Heran, Bukannya Tobat Napi Teroris Malah Lakukan Kekejaman

Newswire
Newswire Kamis, 10 Mei 2018 17:33 WIB
Menteri Wiranto Heran, Bukannya Tobat Napi Teroris Malah Lakukan Kekejaman

Menkopolhuman Wiranto/Antara

Harianjogja.com, JAKARTA- Tragedi penyanderaan oleh napi teroris yang berujung korban tewas di Rutan Mako Brimob telah usai.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyatakan Polri telah menguasai kembali Rutan Mako Brimob, Kamis (10/5/2018) pagi ini. Sebanyak 155 napi, sebelumnya oleh Wakapolri Komjen Syafrudin disebut 156 orang, menyerahkan diri setelah diultimatum dan diserang.

Wiranto mengungkapkan, para pelaku yang dihadapi dalam penyerbuan di Mako Brimob ini adalah napi yang seharusnya sadar dan insaf, namun malah melakukan kekejaman, penyanderaan hingga membunuh polisi.

Tetapi, lanjut Wiranto, apa yang dilakukan oleh napi teroris di Rutan Cabang Salemba Mako Brimob itu sudah di luar nalar.

“Di luar batas kemanusiaan. Mereka lakukan aksi menyandera, merampas, menyiksa bahkan membunuh aparat kemanan yang bertugas,” kata Wiranto di Mako Brimob, Kamis (10/5/2018).

Wiranto mengatakan, sesuai dengan sikap pemerintah yang telah berkali-kali disampaikan oleh Presiden Joko Widodo bahwa dalam menghadapi terorisme harus bersikap tegas dan tanpa pandang bulu.

“Melalui rakor yang kami lakukan, maka direncakan serbuan untuk melucuti para teroris yang sudah kami kepung dan isolasi. Namun, tentunya sesuai SOP internasional, maka aparat Kemananan sebelum menindak, tapi memberi ultimatum. Jadi kami bukan bernegosiasi, tapi berikan ultimatum. Kita menyerah atau ambil risiko. Ultimatum. Tentu dengan batas waktu tertentu,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Suara

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online