Komnas HAM Desak Kampus dan Pesantren Bentuk Satgas TPKS
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.
Ilustrasi mayat kecelakaan. (Harian Jogja/Gigih M Hanafi)
Harianjogja.com, BANGUI (AFRIKA TENGAH)- Penyerangan gereja terjadi di ibu kota Republik Afrika Tengah, Bangui. Sedikit-dikitnya sembilan orang, termasuk seorang pendeta, tewas dan puluhan terluka.
Gereja Notre Dame de Fatima diserang dengan tembakan dan granat selama kebaktian pagi, kata saksi, yang memaksa jemaat terjebak melarikan diri melalui lubang, yang dibuat di dinding gereja oleh polisi.
Tidak jelas apakah semua yang dibawa ke Community Hospital tewas dalam serangan gereja itu.
"Penuh kepanikan, beberapa umat Kristen mulai melarikan diri hingga peluru dan granat mulai berjatuhan di pekarangan paroki, menjebak yang tetap tinggal di bangunan itu," kata pendeta gereja itu, Moses Aliou, seperti dikutip dari Antara, Rabu (2/5/2018).
Kanselir Keuskupan Agung Bangui, Walter Brad Mazangue menyebutkan pendeta lain bernama Albert Toungoumale Baba ditembak mati dalam serangan itu. Massa marah sekitar seribu orang berkumpul ketika jasadnya dibawa ke istana presiden sebagai bentuk protes.
Jatidiri kelompok itu tidak diketahui, tetapi serangan itu terjadi di perbatasan lingkungan PK 5 Muslim, yang didominasi Muslim, tempat 21 orang tewas pada bulan lalu ketika misi gabungan oleh pasukan pemelihara perdamaian Amerika Serikat dan pasukan keamanan lokal melucuti keturunan kelompok kriminal hingga pada pertempuran terbuka.
Pendemo yang marah, yang menyalahkan tentara AS karena menembaki warga yang memprotes operasi itu, membawa mayat orang mati ke gerbang MINUSCA.
MINUSCA dan polisi tidak segera tersedia untuk dimintai komentar pada Selasa (1/5/2018).
Kekerasan antar-agama ini mengingatkan pada bentrokan di masa lalu di Republik Afrika Tengah, yang belum pulih mulai 2013 ketika sebagian besar pemberontak Muslim Seleka menggulingkan Presiden Francois Bozize pada 2013, memprovokasi pembunuhan pembalasan oleh kelompok-kelompok bersenjata "anti-Balaka", yang sebagian besar diambil dari komunitas Kristen.
Kelompok "pembelaan diri" Muslim bermunculan di PK5, menyatakan melindungi warga Muslim, yang terpusat di sana, terhadap upaya mengusir mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.
Chelsea dikabarkan segera menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru dengan kontrak empat tahun usai tercapai kesepakatan prinsip.
212 T01 facelift resmi meluncur di Beijing Motor Show 2026 dengan desain baru dan siap menantang Jeep Wrangler di pasar global.