Makam Kyai Langgeng Direvitalisasi, Magelang Kembangkan Wisata Religi
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Nasabah melakukan penyelesaian administrasi gadai barang di kantor Pegadaian./Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, JAKARTA- PT Pegadaian (Persero) agresif melakukan literation fair di 19 kota di Tanah Air sebagai solusi di tengah masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terhadap bisnis pergadaian dan memperkenalkan berbagai produk dan layanan Pegadaian yang semakin beragam.
"Dalam rangka ulang tahun PT Pegadaian ke 117, kami gencarkan literasi keuangan di berbagai kota agar pengetahuan masyarakat tentang bisnis pergadaian dan produk serta layanan Pegadaian meningkat," kata Sunarso, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) di sela-sela Pegadaian Literation Fair, Sabtu (31/3/2018), di Mall Gandaria City, Jakarta Selatan.
Menurut data riset Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, literasi atau pengetahuan penduduk tentang pergadaian masih terbilang rendah. Baru sekitar 15% dari jumlah penduduk indonesia yang tahu pergadaian. Sedangkan yang menjadi nasabah Pegadaian baru 5%.
Pegadaian Literation Fair, jelas Sunarso, semacam roadshow ke berbagai mal di 19 kota di Indonesia yaitu Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Bandung, Jakarta, Semarang, Tegal, Yogyakarta, Bekasi, Surabaya, Denpasar, Makassar, Manado, dan Jayapura.
Diharapkan dari hari ke hari semakin banyak masyarakat khususnya pelaku usaha mikro dan UKM yang semakin mengenal Pegadaian.
"Kami punya target tahun ini meningkatkan nasabah Pegadaian naik sekitar dua juta nasabah menjadi 11,5 juta nasabah dan Literation Fair menjadi sangat strategis dan efektif utk memperkenalkan bisnis pergadaian dan juga PT Pegadaian (Persero) beserta produk dan layanannya," katanya.
Sunarso menjelaskan untuk mencapai 11,5 juta nasabah pada tahun ini Pegadaian akan melakukan digitalisasi business process, pengembangan distribution channel melalui Agen Pegadaian maupun produk berbasis digital dan tranformasi di bidang human capital termasuk corporate culture.
Lebih lanjut Sunarso mengatakan, Pegadaian saat ini sudah terjun ke berbagai lini bisnis selain gadai yang belum banyak diketahui masyarakat. Seperti mikro finansial, pola pembiayaan syariah, investasi emas, tabungan emas, aneka jasa pembayaran iuran televisi berlangganan, telepon, air, pembelian pulsa hingga gadai emas untuk
ibadah haji.
"Dengan berinteraksi yang intens dengan para pelaku usaha dan masyarakat khususnya generasi milenial yang sering berkunjung ke mal, kami harapkan terjadi multiplier effect penyebaran informasi tentang Pegadaian. Karena banyak sekali produk-produk pegadaian yang berbasis kerakyatan, tapi belum dikenal luas oleh publik," tambah Sunarso.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Tim SAR mengevakuasi 173 orang, terdiri atas 172 korban selamat dan 1 meninggal dunia.
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Gelombang pasang menerjang Pantai Pandansimo, Bantul, membuat tiga rumah rusak berat. Warga diminta waspada gelombang tinggi.