Pendaftaran Seleksi Petugas Haji 2027 Dibuka, Ini Syarat dan Jadwalnya
Seleksi petugas kesehatan haji 2027 dibuka mulai 20 Agustus 2026. Simak syarat, formasi, tahapan, dan jadwal seleksinya.
Disdikpora DIY sudah melakukan simulasi bersama vendor pada Kamis (8/2/2018), tetapi belum selesai
Harianjogja.com, JOGJA-Disdikpora DIY masih terus mengkaji untuk menentukan formulasi sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018. Salah satu model yang mencuat adalah mengukur zonasi dari tempat tinggal ke sekolah melalui jarak udara yang saat ini masih terus disimulasikan oleh Disdikpora DIY bersama vendor.
Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, pihaknya tengah menyusun petunjuk teknis (juknis), karena harus mengonfirmasi dan klarifikasi dengan pihak vendor yang nanti akan membantu dalam proses pengukuran jarak dalam sistem zonasi. Penggunaan zonasi secara online tersebut dicari yang paling tepat.
Disdikpora DIY sudah melakukan simulasi bersama vendor pada Kamis (8/2/2018), tetapi belum selesai. Dalam simulasi itu dilakukan berbagai pilihan dengan dasar zona jarak misalnya disimulasikan melalui aplikasi online terkait jarak dengan titik desa atau kecamatan, serta zona wilayah itu sendiri. Simulasi tersebut sekaligus untuk menyusun aplikasi, mengingat sangat berbeda antara aplikasi untuk sistem zonasi penuh dengan aplikasi yang masih menggunakan nilai.
“Jika dahulu tidak zonasi kemudian saat ini menjadi zonasi penuh harus ada perubahan. Kalau dahulu yang nilainya tinggi dimasukkan aplikasi menjadi berada di urutan tertinggi kalau sekarang yang paling dekat paling atas. Kalau aplikasi sebetulnya tinggal menyempurnakan yang sudah ada,” terangnya, Sabtu (10/2/2018).
Baskara Aji menegaskan, terkait penentuan pilihan pengukuran jarak tersebut akan segera diputuskan, karena ia menargetkan pada akhir Maret 2018 ketentuan PPDB akan mulai disosialisasikan ke setiap sekolah. Namun, hingga saat ini pihaknya belum dapat menentukan pilihan tersebut karena masih terus disimulasikan guna mencari formulasi terbaik untuk semua masyarakat. Sejumlah alternatif itu antara lain pengukuran jarak melalui udara dengan basis aplikasi, pengukuran jarak berdasarkan basis administrasi kependudukan atau pengukuran secara manual.
Aji memastikan, jarak udara memungkin dipakai karena justru realistis sesuai dengan jarak terdekat dengan sekolah. Berbeda dengan jarak udara diukur berdasarkan jalan, karena banyak jalan untuk menuju suatu sekolah yang harus dilalui sehingga menjadi tidak realistis dan dapat menimbulkan kritik.
“Kalau jarak tempuh malah enggak objektif. Kalau ada jalan satu arah menentukan bagaimana harus melingkar atau tidak. Pasti kalau menggunakan jarak, tampaknya jarak udara,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seleksi petugas kesehatan haji 2027 dibuka mulai 20 Agustus 2026. Simak syarat, formasi, tahapan, dan jadwal seleksinya.
Pemkab Bantul menyiapkan kajian investasi di sekitar Kelok 23. Status lahan dan tata ruang akan dipetakan sebelum ditawarkan kepada investor.
OJK mengangkat Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner BMKS untuk memperkuat pengaturan dan pengawasan bursa mineral dan komoditas strategis.
PSS Sleman akan kembali menjalani laga uji coba pekan ini. PSM Makassar disinyalir menjadi calon lawan setelah berlatih di Sleman.
Karhutla kembali terjadi di Seloharjo, Pundong, Bantul. Damkarmat kesulitan memadamkan api karena lokasi berada di perbukitan tanpa akses mobil.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel menilai jadwal kompetisi musim 2026/2027 yang tidak merata. Ada periode dengan pertandingan yang menumpuk, tetapi di sis