KISAH UNIK : Mumi Utuh Ditemukan di Sebuah Kapal Horor

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Selasa, 01 Maret 2016 23:20 WIB
KISAH UNIK : Mumi Utuh Ditemukan di Sebuah Kapal Horor

Jenazah Manfred Fritz Bajorat, 59, ditemukan dalam kapal yang karam ini (Mirror)

Kisah unik tentang jenazah Manfred Fritz Bajorat, 59, yang masih utuh dan ditemukan dua nelayan Filipina.

Harianjogja.com, FILIPINA-Jenazah utuh seorang petualang asal Jerman ditemukan di sebuah kapal yang terdampar. Diduga tubuh tersebut telah berada di dalam kapal selama beberapa tahun.

Dilansir dari Mirror, Senin (29/2/2016), Manfred Fritz Bajorat, 59, ditemukan oleh nelayan Filipina. Tubuhnya ditemukan berada di dekat telepon radio di sebuah kapal berukuran 40 kaki bernama Sayo. Diduga Manfred berusaha melakukan kontak darurat sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Belum diketahui secara pasti berapa lama dia telah meninggal dan berapa lama kapal tersebut kapar. Namun kabar mengenai keberadaannya terakhir diketahui pada 2009.

Di dalam kabin ditremukan album-album foto, pakaian dan makanan yang berserakan.

Kapal tersebut berada di sekitar 40 mil dari pantai di Filipina, di Samudra Pasifik. Nelayan melihat kapal tersebut terombang-ambing ombak.

Tiang kapal patah dan terdapat banyak air di dalam kapal. Penyebab terbunuhnya korban belum diketahui.

Angin samudra yang kering, suhu tinggi dan air laut yang asin menjaga tubuhnya tetap utuh. Proses identifikasi berjalan cepat karena ditemukan adanya berkas-berkas di dalam kapal.

Belum diketahui waktu kematian korban. Polisi saat ini mencoba melayak waktu pelayaran terakhir dan menemukan orang yang terakhir kali berkomunikasi dengannya.

Korban diketahui bercerai dengan istri pada 2008. Sebelum bercerai, selama ini mantan istrinya menemani dia berlayar. Adapun mantan istri saat ini telah meninggal karena kanker.

Pada 2009 di Mallorca, dia bertemu pelayar dunia lain bernama Dieter. Orang tersebut mengatakan," Dia adalah nelayan yang berpengalaman. Saya tak percaya dia berlayar saat badai. Saya percaya tiang tersebut patah setelah Manfred meninggal."

Tubuhnya diambil untuk diotopsi di Butuan City. Kapal telah diamankan untuk proses pemeriksaan di pelabuhan Barobo.

Jurubicara kepolisian Filipina, Goldie Lou Siega mengatakan,"Kami tak memiliki bukti orang kedua di dalam kapal dan tidak ditemukan adanya senjata di kapal."

Ahli forensik krimonolofi, Cologne, Mark Benecke kepada BILD berkata," Dari caranya duduk, kematiannya tak terduga, mungkin karena serangan jantung."

Kedutaan Besar Jerman di Filipina saat ini bekerja dengan pemerintah lokal untuk melacak keluarganya di Jerman. Diduga, dia memiliki seorang putri bernama Nina yang bekerja sebagai kapten sebuah kapal angkutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis