BOM SARINAH THAMRIN : PP Muhammadiyah Berbelasungkawa, Minta Semua Pihak Tak Berspekulasi

Jum'at, 15 Januari 2016 09:55 WIB
BOM SARINAH THAMRIN : PP Muhammadiyah Berbelasungkawa, Minta Semua Pihak Tak Berspekulasi

Bom Sarinah Thamrin disikapi oleh PP Muhammadiyah dengan meminta semua pihak untuk tidak berspekulasi

Harianjogja.com, JOGJA- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan belasungkawa kepada para korban serangan bom di kawasan Jalan Thamrin, Sarinah, Jakarta baik yang wafat maupun yang terluka.

Ungkapan tersebut disampaikan di kantor PP Muhammadiyah, Kamis (14/1/2016). Ketua umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan perlu adanya investigasi mendalam mengenai pelaku pengeboman. Pihak kepolisian diharapkan jangan tergesa-gesa dalam berspekulasi.

"Siapapun pelakunya dan apapun jaringannya, akan diumumkan oleh pemerintah maupun institusi yang terkait," katanya, Kamis (14/1/2016).

Selain itu ia juga menyampaikan bahwa dengan berbagai macam spekulasi, masyarakat jangan dibuat takut serta mengatakan bahwa seolah-olah Indonesia adalah negara teror. "Tindakan teror merupakan tindakan yang terkutuk, merupakan satu bentuk kemungkaran," katanya.

Busro Muqoddas yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut menambahkan bahwa diperlukan peran aparat untuk menindak lanjuti tragedi pengeboman ini. Tindakan yang dilakukan jangan sampai mengingkari modal sosial bangsa dan negara Indonesia. Dimana modal sosial bangsa yang dimaksud adalah agama.

"Aparat keamanan harus bersikap cermat, hati-hati, dan lebih jujur dalam mengungkapkan kasus ini. Jangan memberikan informasi maupuin penjelasan yang cenderung mengaitkan dengan kelompok agama tertentu," katanya.

Saat di singgung mengenai pengalihan beberapa isu yang sedang ramai terjadi di tanah air seperti persoalan PT. Freeport, Reshuffle Kabinet, maupun Kelompok GAFATAR, Pihak PP Muhammadiyah menampik adanya keterkaitannya dengan tragedi pengeboman.

"Saya katakan ini adalah murni tindak kekerasan yang targetnya ialah meneror negara. Ini bisa disebut kecolongan," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti.

Kecolongan yang dimaksud adalah lemahnya kekuatan keamanan di negara Indonesia masih lemah. Tidak pernah disertai upaya komprehensif untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan.

Pihak PP Muhammadiyah berharap pihak kepolisian, pemerintah, dan BIN untuk mengusut tuntas kasus secara jujur dan jernih. Artinya harus menghindari kesan rekayasa. Masyarakat juga dihimbau untuk tidak terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat hendaknya tetap tenang dan tidak takut, serta mempercayakan sepenuhnya masalah pengamanan kepada aparatur keamanan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online