Laga Persija vs Persib, Polisi Siapkan 17.800 Personel Pengamanan
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Karya Mahasiswa UII ini tergolong kreatif, yakni aplikasi untuk belajar huruf hijaiyah
Harianjogja.com, SLEMAN – Dulu belajar membaca Al-Qur’an bisa dilakukan bersama-sama dengan teman-teman sebaya di masjid. Tentu saja karena kebersamaan membuat banyak anak senang belajar bersama huruf hijaiyah.
Namun, dewasa ini, anak-anak sangat susah belajar huruf hijaiyah. Banyaknya hiburan dan wahana permainan digital yang ada, seringkali mengalihkan perhatian dan minat anak-anak untuk mempelajari huruf-huruf Al-Qur’an tersebut.
Bahkan kini, tidak jarang masih banyak terdapat anak-anak yang belum bisa dan belum mampu untuk melafalkan dan membedakan huruf-huruf hijaiyah. Tidak jarang di antara mereka sama sekali tidak dapat membaca Al-Qur’an atau buta huruf hijaiyah.
Hal ini yang membuat lima mahasiswa UII, salah satunya Firman Bhakti Bahari membuat aplikasi yang bisa dipakai dan mempermudah anak-anak dalam membaca Al-Qur’an.
Firman mengaku jika permasalahan ini dibiarkan terus menerus, maka tidak menutup kemungkinan anak-anak muslim ini dapat tumbuh dengan pengetahuan agama yang terbatas karena tidak dapat mempelajari Al-Qur’an.
“Makanya kami membuat Qur’animasi. Qur'animasi merupakan metode pembelajaran Al-Qur’an yang mengenalkan huruf hijaiyah, huruf sambung, dan metode menghafal surat-surat pendek kepada anak-anak dengan visualisasi dan gabungan animasi yang menyenangkan”, kata Firman di Kampus UII, Jumat (2/10/2015).
Di samping mengenalkan huruf hijaiyah lewat media visual yang dipancarkan dengan proyektor, anak-anak juga diajak menggambar dan menulis huruf tersebut dengan crayon. Metode yang digagasnya ini bersifat melengkapi metode pembelajaran klasikal yang telah ada.
Menurut Firman, dia bersama empat kawannya, yakni Alvian Imron Rosadi, Kamal Adyasa, Purnama Akbar, dan Irvan Lazuardi menggarap Qur’animasi selama sebulan. Animasi ini bisa sangat interaktif.
“Diharapkan dengan metode kami, anak-anak bisa lebih mudah memahami dan tidak bosan saat belajar huruf-huruf hijaiyah sehingga timbul perasaan cinta pada Al-Qur’an,” kata Alvian.
Alvian menambahkan metode Qur’animasi ini telah diterapkan di salah satu taman pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang ada di wilayah Sleman. Menurunnya respon anak-anak TPA ketika diajarkan dengan metode ini sangat antusias karena melibatkan media visual dan cara-cara yang menarik.
“Kami berharap setelah diajarkan Qur’animasi, adik-adik tambah semangat untuk menghadiri TPA dan dengan semangatnya tersebut mejadikan mereka gemar membaca Al-Quran sehingga dapat membaca Al-Quran dengan baik dan benar”, kata Alvian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Pesawat F-2000 Italia terkena serangan di Pangkalan Udara Ta'if, Arab Saudi, saat serangkaian serangan terjadi di kawasan tersebut.
Kemenkeu menyatakan dana angsuran pertama KDKMP sebesar Rp40 triliun sudah disiapkan, tetapi masih menunggu tagihan Himbara.
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
DKP Bantul mengungkap kendala UMKM olahan ikan menembus pasar ekspor, mulai kapasitas produksi hingga rantai pasok.
Dispar Kulonprogo mempertemukan 30 pengelola desa wisata dengan 30 buyer Jateng-DIY melalui business matching paket wisata.