Gen Z, AI, dan Pemangkasan Anggaran Perpusnas Jadi Tantangan Literasi
Pemangkasan anggaran Perpusnas 2026 dan perkembangan AI dinilai UMY menjadi tantangan besar bagi budaya membaca dan literasi masyarakat.
Bus yang dirusak massa di depan Bandara Adisutjipto Minggu (12/10/2014) malam. (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)
Harianjogja.com, SLEMAN-Keluarga korban tewas hingga korban lain dalam http://www.harianjogja.com/baca/2014/10/13/massa-serang-dan-rusak-bus-di-depan-bandara-adisudjipto-543847">penyerangan bus suporter menuntut kasus dapat diselesaikan serta pelaku ditindak tegas.
Pernyataan ini disampaikan pendukung PSCS Cilacap, Anggun, 25. Anggun mengaku tak pernah menyangka bakal diserang. Sebelum peristiwa nahas tersebut, suporter menonton laga babak 8 Besar Divisi Utama 2014 di Stadion Manahan, Solo. PSCS dijamu Persis Solo dan kalah 0-1.
“Selama perjalanan [pulang dari Solo] kami dilempari sampai diberhentikan, kami seperti digiring. Setelah itu ada empat orang memakai cadar masuk ke dalam sambil berteriak menyebut nama suporter lalu memukul dan membacok kami di dalam. Tangan saya dipukul pakai gagang sampai retak,” ujar remaja yang mengalami patah tulang tangan kanan ini.
Adapun http://www.harianjogja.com/baca/2014/10/13/mahasiswa-uin-jadi-korban-tewas-suporter-543935">Ikhwanudin, kata dia, yang menjadi korban meninggal saat kejadian, duduk di pinggir pintu bagian depan. Dia ditusuk kemudian diseret keluar bus.
“Ada yang bawa pedang, gagang besi, batu, ada yang bawa pistol untuk diacungkan. Kami minta kasus ini diusut sampai tuntas,” kata dia.
Sementara, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan, beserta puluhan mahasiswanya turut menunggu proses autopsi jenazah korban di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito. Noorhaidi mengatakan korban adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum.
“Di mana keadilan negara kalau seperti ini terus terjadi? Sekarang sepak bola besok berkembang ke politik. Kami menuntut polisi untuk menegakkan hukum seadil-adilnya. Siapa pun pelakunya harus ditindak tegas. Jangan sampai kasus ini telantar. Nyawa orang mestinya tidak boleh melayang sia-sia gara-gara sepak bola. Polisi harus intensif mengawal event sepak bola,” ungkapnya. (Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2014/10/13/polres-sleman-amankan-10-pelaku-penyerangan-bus-suporter-asal-cilacap-544006">Polres Sleman Amankan 10 Pelaku Penyerangan Bus Suporter Asal Cilacap)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemangkasan anggaran Perpusnas 2026 dan perkembangan AI dinilai UMY menjadi tantangan besar bagi budaya membaca dan literasi masyarakat.
Harga minyak dunia turun dinilai menjadi peluang pemerintah membenahi subsidi BBM, memperkuat stok, dan meningkatkan perlindungan masyarakat rentan.
Mendes Yandri Susanto menegaskan isu Kopdes Merah Putih menutup warung kelontong dan melarang berdagang dalam radius 2 kilometer adalah hoaks.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan penggunaan izin usaha perusahaan pergadaian atas nama Perusahaan Perseroan (Persero)
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
BPBD Bantul telah menyalurkan 436.500 liter air bersih kepada 3.287 warga terdampak kekeringan selama musim kemarau hingga 3 Agustus 2026.