Anggaran Siswa SD Naik 679%, Untuk Apa?
Harianjogja.com, BANTUL—Para siswa berprestasi di sekolah dasar Bantul batal diberi hadiah laptop menyusul tidak disetujuinya anggaran senilai Rp1,8 miliar yang diajukan Dinas Pendidikan Dasar Bantul dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan 2014.
Anggaran untuk pengembangan minat bakat siswa SD di Bantul senilai Rp1,8 miliar itu dikritik Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, sehingga tidak bisa direalisasikan. Disdak sebelumnya menganggarkan Rp235 juta dalam APBD tahun ini untuk pembinaan minat bakat dan kreativitas siswa SD.
Dalam evaluasinya, Gubernur mempertanyakan aspek target kinerja Disdak yang tidak berubah tetapi justru ada kenaikan anggaran yang tergolong tinggi. Pemerintah DIY mencatat perubahan anggaran dalam APBD dengan APBDP mencapai 679%.
Kepala Bidang Bina Program Dinas Pendidikan Dasar Bantul Darwati membenarkan adanya usulan kenaikan anggaran sampai 679%. Setelah dikoreksi gubernur, instansinya terpaksa menghapus usulan kenaikan tersebut sehingga anggaran pembinaan tetap Rp235 juta. Anggaran Rp1,8 miliar itu rencananya digunakan untuk membeli hadiah bagi siswa SD yang berprestasi.
“Misalnya laptop dan hadiah lainnya,” terang Darwati, Kamis (9/10/2014).
Anggaran itu membengkak menjadi Rp1,8 miliar karena Dinas Pendidikan Dasar mengasumsikan tiap desa di Bantul ada siswa berprestasi yang bakal menerima hadiah tersebut. Total ada 75 desa di Bantul.
Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul Sigit Nursyam Priyanto menilai anggaran yang naik secara fantastis itu tidak lazim. Mengingat, masa untuk menghabiskan anggaran perubahan itu tidak sampai tiga bulan.
“Anggaran itu janggal,” ucapnya Kamis (9/10/2014).
Dirinya melalui Komisi D yang membidangi masalah pendidikan berencana mengklarifikasi persoalan itu ke Dinas Pendidikan Dasar Bantul. Dalam surat evaluasi APBD Perubahan Pemkab Bantul 2014, diketahui anggaran itu untuk membiayai 13 kejuaraan yang melibatkan siswa SD. Pemerintah DIY menganggap dana itu penting untuk mengembangkan minat dan potensi siswa SD di Bantul. Namun, yang janggal adalah kenaikan anggaran hampir 700% tetapi tidak disertai dengan penambahan kinerja atau kegiatan Disdak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share