Kapal KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Ratusan Penumpang Lompat ke Laut
KM Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Madura saat menuju Makassar. Basarnas mengevakuasi sekitar 250 penumpang, penyebab masih diselidiki.
Harianjogja.com, SLEMAN-Sebanyak 505 hewan kurban di Sleman terserang penyakit cacing hati. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman, Widi Sutikno mengungkapkan kesalahan pemberian pakan menjadi salah satu penyebab berkembangnya cacing hati pada hewan kurban.
“Berdasarkan pantauan di lapangan pada 4-6 Oktober 2014, cacing hati ditemukan pada 494 sapi, delapan kambing, dan tiga domba. Paling banyak ditemukan di Berbah, yaitu 63 sapi dan dua kambing,” ungkap Widi, ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/10/2014) siang.
Meski kasus terbanyak berada di Berbah, perhatian DPPK Sleman terkait penyebab berkembangnya cacing hati justru pada
Kecamatan Moyudan dan Minggir.
“Pemberian pakan yang kurang tepat menjadi pemicu masuknya larva cacing ke tubuh hewan kurban,” ujar Widi.
Widi memaparkan kebanyakan hewan kurban yang terserang cacing hati di Moyudan dan Minggir diberi pakan jerami basah.
“Bagian bawahnya yang basah itu sumbernya cacing. Larvanya menempel di sana. Seharusnya dijemur dulu sampai kering, baru diberikan kepada hewan kurban,” katanya.
Berkaca dari pengalaman dan temuan tersebut, Widi meminta masyarakat lebih memperhatikan kualitas pakan yang diberikan kepada hewan kurban.
“Kami maklum karena mungkin masyarakat terburu-buru. Namun, sebaiknya pakan tetap diperhatikan demi kebaikan bersama,” ucapnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Kesehatan Hewan DPPK Sleman, Harjanto mengungkapkan, penyakit cacing hati sulit dideteksi.
“Jika masih infeksi awal, kita tidak bisa melihatnya dari kondisi fisik hewan. Kalau sudah 50 persen, baru kelihatan,” kata Harjanto.
Deteksi penyakit cacing hati, lanjut drh.Harjanto, paling akurat dilakukan melalui uji laboratorium.
“Misalnya sapi sudah dibeli tiga bulan sebelumnya. Kita tes fesesnya lalu diidentifikasi hasilnya. Kalau ternyata positif, akan segera kita obati,” katanya menjelaskan.
Sementara itu, dibandingkan tahun lalu, Widi mengaku terjadi penurunan jumlah kasus. Namun, ketika dimintai rincian datanya, Widi tidak bisa menunjukkan karena staf yang mendokumentasikan data tersebut sedang tidak di tempat.
“Penurunannya kecil sekali, tidak signifikan. Hanya sekitar satu persen,” ucap Widi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KM Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Madura saat menuju Makassar. Basarnas mengevakuasi sekitar 250 penumpang, penyebab masih diselidiki.
Rizky Ridho mengakui kesalahan fatal saat Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam di Piala AFF 2026 dan bertekad bangkit menghadapi Singapura.
Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif cenderung melemah pada Selasa, 4 Agustus 2026. Simak faktor yang memengaruhinya.
Satgas Yonif 511/DY mengevakuasi dua korban selamat dan satu jenazah usai serangan KKB di Distrik Kanggime, Tolikara, Papua Pegunungan.
Chelsea resmi merekrut Jordan Henderson dengan status bebas transfer hingga 2028. Gelandang Inggris itu menjadi rekrutan terbaru Xabi Alonso.
Interpol menerbitkan red notice terhadap Syekh Ahmad Al Misry dalam kasus dugaan pelecehan seksual. Polri menyebut tersangka masih berada di Mesir.