Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo, 19 Sekolah Terima dari Satu Dapur
Sebanyak 19 lembaga di Tanggulangin terdampak dugaan keracunan MBG yang dipasok SPPG Kalitengah. Penyebabnya masih diselidiki.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Harianjogja.com, JOGJA - Sebanyak 82 mahasiswa asing dari 27 negara sudah mulai mengikuti kuliah perdana di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Jumat (12/9/2014).
Mereka akan menempuh pendidikan program S1, S2 dan S3 yang ada di UNY.
Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan UNY, Satoto E. Nyono mengungkapkan salah satu indikator keberhasilan internasionalisasi adalah minat dan jumlah mahasiswa asing yang belajar di sebuah perguruan tinggi (PT).
Dengan diterimanya 82 mahasiswa asing ini dapat dikatakan UNY telah berhasil mempromosikan diri karena semakin tahun semakin banyak pendaftar dari mahasiswa asing, baik yang melalui program beasiswa pemerintah maupun kuliah mandiri.
"Kendati mayoritas mahasiswa asing yang kuliah di UNY merupakan peserta beasiswa pemerintah Indonesia, namun tidak dengan mudah bagi setiap PT untuk mendapatkan kuota mahasiswa asing. Pemberian kuota pada PT tergantung pada program yang ditawarkan dan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kemendikbud sendiri terhadap penerima beasiswa periode sebelumnya," paparnya pada saat acara penyambutan mahasiswa internasional di kampus UNY, Jumat (12/9/2014).
Satoto mengklaim, evaluasi yang dilakukan terhadap UNY selama ini mampu menunjukkan penilaian positif. Hal itu terlihat dari pemberian kuota beasiswa bagi mahasiswa asing. Dia menjelaskan, UNY mendapatkan kuota 20 mahasiswa. Padahal kampus lain hanya dijatah antara 6-10 mahasiswa.
Salah satu keberhasilan UNY juga dapat dilihat dari jumlah peminat beasiswa Darmasiswa yang mendaftar ke UNY. Tahun ini ada 50 mahasiswa asing yang mengikuti seleksi.
Mahasiswa asing yang diterima UNY tahun ini terdiri dari 20 mahasiswa beasiswa Darmasiswa dari BPKLN Kemendikbud. Mahasiswa ini akan belajar bahasa dan budaya Indonesia selama satu hingga dua semester.
Beasiswa kemitraan negara berkembang dari Dikti Kemendikbud sebanyak 9 orang, akan belajar bahasa Indonesia selama satu tahun, kemudian menempuh pendidikan pascasarjana.
Ada pula beasiswa unggulan dari Dikti Kemendikbud, yakni dua mahasiswa akan menempuh program doktor. Selain itu, 39 mahasiswa mengikuti program transfer kredit dari Yunan Minzu University dan GDUFS, Tiongkok. Sembilan mahasiswa lainnya merupakan mahasiswa mandiri yang menempuh S1 dan S2 di UNY.
Negara asal para mahasiswa asing ini antara lain Madagaskar, Mali, Nigeria, Amerika Serikat, Tiongkok, Filipina, Korea, Singapura, Jepang, Jerman, Rusia, Spanyol, Hungaria, Denmark, Australia dan Papua Nugini.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor UNY Prof Dr Rochmat Wahab mengungkapkan apresiasinya pada para mahasiswa asing yang telah memilih UNY sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi. Ia berharap, program penerimaan mahasiswa asing tersebut bisa berjalan semakin baik.
"Dukungan semua pihak sangat kami harapkan bisa terus ada agar program mahasiswa internasional ini makin berkembang dan maju, sehingga dari tahun ke tahun jumlah mahasiswa asing di UNY bisa terus bertambah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 19 lembaga di Tanggulangin terdampak dugaan keracunan MBG yang dipasok SPPG Kalitengah. Penyebabnya masih diselidiki.
Peoples’ Conservation Summit 2026 di UGM melahirkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia dan 13 tuntutan perubahan arah konservasi.
Menaker Yassierli menargetkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan rampung akhir Oktober 2026, dengan perhatian pada pekerja sektor informal.
Anggaran droping air di sejumlah kapanewon Gunungkidul mulai menipis. BPBD mengajukan tambahan 5.000 tangki untuk menghadapi kemarau hingga akhir tahun.
Polisi mengamankan dua pelajar yang terlibat perkelahian dengan celurit di Jalan Solo-Semarang, Ampel, Boyolali.
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.