TEKNOLOGI NUKLIR INDONESIA : Perlu Edukasi Sejak Dini

Minggu, 31 Agustus 2014 07:15 WIB
TEKNOLOGI NUKLIR INDONESIA : Perlu Edukasi Sejak Dini

HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI KUNJUNGI REAKTOR NUKLIR-- Menteri Riset dan Teknologi (menristek), Gusti Muhammad Hatta (dua kanan) beserta istri dan di dampingi sejumlah staf dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (batan) melihat sistem kerja Reaktor Kartini di Kompleks BATAN, Jl. Babarsari, Catur Tunggala, Depok, Sleman, Senin (6/2). Reaktor yang di bangun pada tahun 1979 tersebut berfungsi sebagai riset dan penelitian mahasiswa, dan para peneliti BATAN yang ingin berlatih menangani masalah reaktor.

Harianjogja.com, SLEMAN-Edukasi sejak dini merupakan solusi efektif dalam mensosialisasikan pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia.

Pengajar tenologi nuklir dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Susetyo, mengatakan kunci keberhasilan pengembangan teknologi nuklir di Indonesia kuncinya terletak pada edukasi. Adapun di Indonesia, kata dia, masyarakat belum diedukasi secara lebih baik terkait pengenalan teknologi nuklir.

“Kita lihat di kurikulum di sekolah dasar hingga perguruan tinggi, minim sekali dengan tekologi. Berbeda jauh dengan negara maju yang sudah mengenalkan nuklir dari anak SD,” terangnya  dalam sosialisasi Majelis Pertimbangan Tenaga Nuklir dihadapan para perwakilan akademisi, mahasiswa dan tokoh masyarakat di Hotel Jayakarta, Kamis (28/8/2014).

Dia menambahkan sosialisasi perngembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir tidak cukup hanya lewat media internet karena tidak semua masyarakat bisa menjangkau. Dia mengusulkan agar pemerintah lebih menekankan pada pengembangan kurikulum di sekolah.

“Edukasi dengan masyarakat mulai dari bawah, pemahaman tentang nuklir jauh akan lebih baik. Selama ini kita hanya mengenal nuklir dari pelajaran sejarah, bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, sehingga ketakutan yang muncul,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online