Kepala BGN Jawab Desakan Hentikan MBG, Fokus Benahi Tata Kelola
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dihentikan oleh BGN karena merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
Kreasi mahasiswa UNY, Upik Abu, tisu aromaterapi dari ampas tebu. (JIBI/Harian Jogja/IST)
Harianjogja.com, SLEMAN-Mahasiswa asal Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nuraini Fauziah dan Exwan Andriyan Verrysaputro dari program studi (prodi) Pendidikan Bahasa Jawa Fakultas Bahasa dan Seni, Andina Puspita dari prodi Pendidikan Kerajinan Fakultas Bahasa dan Seni serta Novita Isti Khomah, dari prodi Pendidikan Fisika Fakultas MIPA menyatakan proses pembuatan tisu aromaterapi dari ampas tebu sederhana. Berikut cara pengolahannya.
Andina Puspita, menjelaskan mengenai tahap produksi tisu ampas tebu itu. Tahap pertama ampas tebu dibersihkan dengan cara merendamnya dengan air panas, kemudian diaduk sampai bersih dan direndam kembali. Setelah selesai baru dikeringkan. Pembuatan tisu dimulai dengan menghilangkan empulu dengan cara menumbuk ampas tebu sampai tinggal seratnya. Kemudian tumbukan ampas tebu tersebut dimasak menggunakan asam asetat dan air.
Begitu proses pemasakan selesai, adonan dicuci menggunakan air bersih agar kandungan asam asetat dalam ampas tebu tersebut habis. Selanjutnya memisahkan serat mandiri ampas tebu menjadi serat serat halus yang dilakukan dengan cara disintegrasi, lalu serat halus ampas tebu disaring dan dikeringkan.Dari sini kemudian serat halus ampas tebu dibuat lembaran kertas tisu dengan memperhatikan ketebalannya. Langkah terakhir ditambahkan parfum sebagai aromaterapi. Selain itu tisu aroma terapi “Upik Abu” juga dibuat dengan aroma-aroma tertentu seperti buah sehingga menambah kesegaran ketika digunakan
“Harapan ke depan, dengan adanya Upik Abu akan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk berinovasi dan berwirausaha. Selain itu, kami berharap Upik Abu menjadi brand tisu yang terkenal dan kami akan patenkan” harap Andina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dihentikan oleh BGN karena merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
Polisi masih menyelidiki penyebab meninggalnya taruna Akpol Semarang berinisial AMM yang ditemukan terluka di kompleks pendidikan Akpol.
Dinsos Bantul menargetkan setiap pendamping PKH meluluskan 24 KPM dari bansos pada 2026 untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.
Belanja gaji pegawai Pemkab Sleman 2027 turun menjadi Rp787,97 miliar. BKAD mewaspadai TPP terdampak jika target PAD tidak tercapai.
Pemerintah memastikan pemisahan anggaran BGN dari fungsi pendidikan mulai diterapkan pada penyusunan APBN 2028 sesuai putusan MK.
Balita menjadi kelompok paling rentan TBC di Kota Jogja. Hingga 23 Juli 2026 tercatat 174 anak terdiagnosis tuberkulosis.