Penampakan Ruko di Solo Baru yang Jadi Markas Penipuan Internasional
Ruko di Solo Baru jadi markas sindikat penipuan internasional. Polisi tangkap 38 tersangka dengan modus investasi kripto palsu.
JIBI/Solopos/Septian Ade Mahendra Siswa kelas II mengerjakan soal ujian tengah semester di SD Negeri Ngoresan 80, Solo, Senin (10/3). Ujian tengah semester untuk siswa SD di Kota Solo dimulai serentak pada 10 hingga 13 Maret 2014.
Harianjogja.com, KULONPROGO-SD yang berada di pinggiran Kulonprogo menggeser SD yang berada di Wates. Hal ini terlihat dari peringkat 10 besar hasil nilai ujian sekolah daerah (USDA) 2014 di Kulonprogo yang justru didominasi SD dari kecamatan di luar Wates.
Data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kulonprogo, dari 339 SD mengikuti USDA di Kulonprogo, 10 besar sekolah yang masuk peringkat 10 besar antara lain, SDN Panjatan dengan rata-rata nilai USDA 28,30, SDN 2 Kanoman Panjatan 27,92, SDN Brosot 27,73, SD Muhammadiyah Demangrejo Sentolo 27,61, SDN 2 Pandoan Galur 27,37, SDN Kembangmalang Panjatan 27,27, SDN 2 Wates 27,23, SDN Karangsewu Galur 27,20, SD Kanisius Bonoharjo Sentolo 27,17, dan SDN 1 Pandoan Galur 27,04.
Kepala Disdik Kulonprogo, Sumarsana, membenarkan SD yang berlokasi di luar Wates menunjukkan peningkatan kualitas dengan perolehan hasil nilai USDA di atas rata-rata nilai SD yang berada di dalam kota Wates.
“Ini menunjukkan penyebaran prestasi di Kulonprogo, tidak hanya di sekolah tengah kota, namun merambah ke pinggiran, bahkan dari hasil USDA juga terlihat kalau terjadi peningkatan mutu di sekolah yang berada di pinggiran, sementara sekolah di tengah kota mengalami staganasi,” jelasnya, Jumat (20/6/2014).
Kemungkinan, ungkap dia, penyebab stagnannya SD yang berada di Wates karena terlena dengan anggapan banyak orang mengenai sekolah terbaik selalu berada di kota. Sumarsana juga melarang kepala sekolah untuk tidak memanfaatkan pengumuman kelulusan menjadi ajang pemungutan sumbangan kepada orangtua siswa.
Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan SD Dindik Kulonprogo, Tri Rahayu, menambahkan, perolehan nilai USDA terbaik siswa di Kulonprogo juga diperoleh siswa yang bersekolah di SD luar Wates, antara lain, Rega Pratama dari SDN Brosot Galur dengan nilai 29,60, serta Atifah Nuria Rahma dari SD Muhammadiyah Mutihan Wates, Oktaviraningsih dari SDN 3 Brosot Galur, Buyung Taufik dari SDN Jambean Kokap, dan Salma Firda Puspita dari SDN Mejing Kalibawang dengan nilai yang sama, yakni 29,55.
“Para siswa tersebut masuk ke peringkat empat dan lima kelompok nilai tertinggi se-DIY,” imbuhnya.
10 Besar SD dengan Nilai Terbaik di Kulonprogo
SDN Panjatan dengan rata-rata nilai USDA 28,30,
SDN 2 Kanoman Panjatan 27,92,
SDN Brosot Galur 27,73,
SD Muhammadiyah Demangrejo Sentolo 27,61,
SDN 2 Pandoan Galur 27,37,
SDN Kembangmalang Panjatan 27,27,
SDN 2 Wates 27,23,
SDN Karangsewu Galur 27,20,
SD Kanisius Bonoharjo Sentolo 27,17,
SDN 1 Pandoan Galur 27,04.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ruko di Solo Baru jadi markas sindikat penipuan internasional. Polisi tangkap 38 tersangka dengan modus investasi kripto palsu.
Resep tongseng kambing tanpa santan, empuk dan tidak bau. Cocok untuk olahan daging kurban Iduladha di rumah.
Stadion Atlanta jadi venue semifinal Piala Dunia 2026. Cek jadwal lengkap fase grup hingga semifinal di sini.
KPK menduga Fadia Arafiq intervensi Pilkada Pekalongan 2024. Simak fakta OTT, aliran dana Rp19 miliar, dan kasusnya.
Makna sehat kini bergeser. Tak selalu sembuh total, penyakit kronik menuntut adaptasi dan cara hidup baru.
Summer Program UAJY 2026 hadirkan kolaborasi mahasiswa internasional dengan tema waste management dan pertukaran budaya di Jogja.