OPINI: Apoteker Masa Depan Tidak Cukup Hanya Pintar tentang Obat
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
JAKARTA, 4/1 - KUNJUNGI KAMPUNG NELAYAN. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) berdialog dengan sejumlah nelayan ketika mengunjungi Kampung Nelayan Tanjung Pasir, Teluk Naga di Tangerang, Banten, Jumat (4/1). Dalam kunjungan tersebut, presiden memberikan perhatian soal infrastruktur penunjang, kesejahteraan masyarakat, pendidikan dan ketersediaan bahan bakar bagi nelayan. FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/Spt/13.
http://images.harianjogja.com/2013/02/Presiden-Tanjung-Pasir-040113-wsj-4-370x238.jpg" alt="" width="370" height="238" />JAKARTA—http://www.harianjogja.com/baca/2013/02/13/sprindik-anas-bocor-presiden-sby-merasa-diadu-domba-378772">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta para kepala daerah lebih sering terjun langsung ke lapangan menemui masyarakat.
“Kalau saya masih sering blusukan, para bupati dan walikota harus lebih sering blusukan dalam arti melakukan pengawasan,” katanya dalam pidato pembukaan Rakernas Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia dan Himpunan Penyuluh Pertanian Indonesia, Rabu (20/2/2013).
Presiden menegaskan tiap kepala daerah harus memiliki tolak ukur untuk mengetahui keberhasilan tiap program yang dijalankan dan tidak hanya mengandalkan laporan dari bawahan.
Kunjungan ke lapangan, lanjutnya, adalah indikator paling tepat untuk mengukur keberhasilan program karena menghasilkan laporan langsung dari rakyat yang menjadi sasaran kebijakan.
“Dua jam saya di tempat itu, melihat langsung, berbicara dengan rakyat, saya sudah punya kesimpulan sejauh mana manajemen dan kepemimpinan di daerah untuk melayani rakyat.” kata SBY.
Laporan tersebut kemudian bisa menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat, memperbaiki manajemen pemerintahan hingga membuat program pro rakyat terimplementasi lebih efektif.
“Dengan sering bertemu mereka hampir pasti tahu apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang belum berjalan dengan baik. Kebijakan, keputusan, dan program aksi akan lebih tepat karena langsung dijemput di hilir. Hulunya ada pada saudara [para bupati],” kata Presiden.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Operasi Freeport Indonesia di Grasberg berangsur pulih. Kapasitas produksi PTFI ditargetkan mencapai 80% pada pertengahan 2027.
G7 sepakat melepas 100 juta barel cadangan energi. Trump kemudian membatalkan rencana larangan ekspor solar AS.
Kunjungan wisman ke YIA mencapai 13.876 pada Agustus 2026. Pemda DIY membidik pasar baru dan menjajaki sejumlah rute langsung.
Kapolri Suyudi Ario Seto melantik dan memimpin sertijab 27 perwira tinggi Polri untuk jabatan utama Mabes Polri dan Kapolda.
DPRD Gunungkidul segera membahas tiga Raperda baru tentang rokok, pariwisata, dan jaminan sosial ketenagakerjaan.