Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
http://images.harianjogja.com/2013/01/Sayuran-370x259.jpg" alt="" width="370" height="259" />JAKARTA -– Akibat banjir yang terjadi di Jakarta selama beberapa hari ini, berpengaruh pada kenaikan harga sayuran dan kebutuhan rumah tangga di pasar Jabodetabek.
Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menyatakan sejumlah sayuran dan kebutuhan rumah tangga mengalami kenaikan harga sekitar 15%-40%.
“Kenaikannya hampir 15 persen hingga 40 persen karena pasokannya berkurang akibat hasil panen yang rusak serta distribusi yang terhambat,” kata Sekretaris Jenderal APPSI Ngadiran saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Menurut dia, kurangnya pasokan sayur dan bahan lain ke Jakarta disebabkan oleh hasil panen yang kurang memadai dari sejumlah daerah. Hasil panen seperti bawang, kentang, tomat atau wortel, misalnya, banyak dikirim dari daerah Cianjur, Brebes dan Lampung yang juga dilanda banjir.
Distribusi barang menuju Jakarta yang sempat terhambat oleh banjir beberapa waktu lalu, tambahnya, juga menyebabkan kenaikan biaya pengiriman.
“Kalau biasanya bisa sampai dalam satu hari, kalau terhambat seperti ini kan jadi dua hari, itu artinya biaya pengiriman juga bertambah,” jelasnya.
Beberapa kebutuhan yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan diantaranya adalah bawang merah, yakni dari sekitar Rp9.000 menjadi Rp16.000 per kilogram, tomat naik dari Rp3.500 menjadi Rp6.000 per kilogram, tahu naik dari Rp1.800 menjadi Rp3.000 per bungkus dan wortel yang naik dari Rp3.000 menjadi Rp5.000 per kilogram.
Sementara bahan makanan lainnya yang juga mengalami kenaikan diantaranya adalah daging ayam yang naik dari Rp22.000 menjadi Rp28.000, telur naik dari Rp13.000 menjadi Rp20.000, cabe keriting naik dari Rp15.000 menjadi Rp26.000 per kilogram serta kentang yang naik dari Rp8.000 menjadi Rp12.500 per kilogram.
“Rata-rata yang naik memang bahan yang mudah busuk. Bahan kering tidak banyak kenaikan karena lebih awet, terkecuali jika pabriknya yang mungkin kena banjir,” tuturnya.
Ngadiran dan pedagang pasar lainnya berharap kondisi ini bisa segera pulih. Akibat kenaikan harga sejumlah bahan makanan itu, pengusaha pasar mengaku penjualan mereka menurun. Harga bahan makanan yang naik serta kondisi konsumen yang kena banjir juga menyebabkan turunnya penjualan. (Antara/nel)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang berdampak pada 10 hektare lahan. Sebanyak 11 truk pemadam dan alat berat dikerahkan.
Indonesia unggul 6-1 atas Bangladesh di babak pertama FIFA Asean Cup 2026. Mitchell Baker mencetak empat gol untuk skuad Garuda.
Kebakaran Trans Home Sleman menewaskan diduga dua korban yang ditemukan berdekatan di lantai tiga dan dievakuasi ke RS Bhayangkara.
UMBY menyiapkan akreditasi Unggul dengan meningkatkan mutu, fasilitas, dan SDM, sekaligus mengajukan Magister Manajemen dan S-3 Psikologi.
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.