Rehabilitasi Korban Erupsi Merapi Butuh Rp1,35 Triliun

Minggu, 13 Januari 2013 16:15 WIB
Rehabilitasi Korban Erupsi Merapi Butuh Rp1,35 Triliun

Ilustrasi (humanitarianforumindonesia.org)

http://www.harianjogja.com/?attachment_id=367822" rel="attachment wp-att-367822">http://images.harianjogja.com/2013/01/merapi_letusan-370x226.jpg" alt="" width="370" height="226" />JAKARTA -- Rehabilitasi dan rekonstruksi dari erupsi Gunung Merapi 26 Oktober 2012 memerlukan dana sekitar Rp1,35 triliun.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasioanal Penanggulangan Bencana (BNPB), dana sebesar itu dari Pemda DIY sebesar Rp770,9 miliar dan dari Pemda Jawa Tengah Rp548,3 miliar.

“Erupsi Gunung Merapi pada 26 Oktober 2010 hingga November 2010 menimbulkan dampak korban, kerusakan dan kerugian di banyak sektor,” ujarnya, Minggu (13/1/2013).

Dana sebanyak itu, lanjutnya, dipergunakan untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi di 5 sektor, yaitu permukiman, infrastruktur, sosial, ekonomi produktif, dan lintas sektor.

Di sektor permukiman sebanyak 3.612 Kepala Kleuarga (KK) perlu direlokasi ke tempat yang lebih aman, baik dari ancaman erupsi maupun lahar dingin.

Hingga saat ini sebanyak 2.553 KK berhasil direlokasi dan sekitar 1.059 KK belum bersedia direlokasi, dengan rincian 656 KK di Sleman D.I. Yogyakarta dan 403 KK di Jawa Tengah, baik terdampak erupsi (165 KK) dan lahar dingin (238 KK).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online