Prabowo Targetkan Gambut Bebas Kebakaran, 500 KHG Mulai Dipetakan
BPGMN akan memetakan 500 KHG untuk mengidentifikasi kawasan gambut kritis dan mendukung target Prabowo menghentikan kebakaran gambut.
Presiden Prabowo Subianto pimpin Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri, Rabu (21/10/2026)./BPMI Sekretariat Presiden\r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto mengisyaratkan evaluasi terhadap kinerja dan pembagian peran anggota Kabinet Merah Putih. Ia menyebut tidak semua anggota kabinet langsung mendapat peran utama sejak awal pemerintahan, sehingga kesempatan untuk menjalankan tugas masih akan bergulir.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Kabinet Merah Putih di Halaman Tengah Istana Merdeka, Rabu (21/10/2026). Meski menyinggung evaluasi dan pembagian peran, Presiden tidak mengumumkan rencana perombakan kabinet atau reshuffle maupun menyebut nama menteri yang dinilai belum bekerja optimal.
Prabowo Minta Menteri Tak Gelisah soal Pembagian Peran
Prabowo menggunakan analogi pertandingan sepak bola untuk menggambarkan perjalanan pemerintahan selama lima tahun. Menurutnya, ada anggota kabinet yang menjadi pemain utama, sedangkan yang lain masih menunggu kesempatan untuk menjalankan peran lebih besar.
“Dari awal pemerintahan kita tidak semua pemain akan kita mainkan di awal. Ada yang cadangan, ada yang pendukung, ada yang striker. Yang cadangan jangan frustrasi. Pada saatnya Saudara akan kita mainkan,” ujar Prabowo.
Ia meminta para menteri dan pejabat yang belum banyak mendapat kesempatan agar tidak gelisah. Prabowo menegaskan pemerintahan masih berada pada babak pertama, sehingga pembagian peran dan evaluasi kabinet masih akan berlanjut.
Babak Pertama Pemerintahan Prabowo Disebut Berlangsung 2,5 Tahun
Prabowo menjelaskan dua tahun pertama pemerintahan belum menandai berakhirnya babak pertama. Ia memperkirakan babak tersebut baru selesai setelah pemerintahan berjalan selama dua setengah tahun.
“Kita ini lima tahun, jadi dua setengah tahun baru, ya babak pertama. Habis itu kita akan ke babak kedua,” katanya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah evaluasi perjalanan dua tahun pemerintahan Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, Presiden belum memberikan kepastian mengenai waktu maupun bentuk perombakan kabinet.
Prabowo Soroti Kesehatan Menteri dan Pejabat Pemerintahan
Selain membahas pembagian peran anggota kabinet, Prabowo turut menyoroti kondisi kesehatan para pejabat pemerintahan. Ia berseloroh bahwa sudah ada anggota kabinet yang harus dirawat di rumah sakit sebelum babak pertama pemerintahan berakhir.
“Saya sudah prihatin. Di babak pertama sudah ada yang masuk rumah sakit. Nah, ini yang kita waspadai,” ujarnya.
Prabowo kemudian meminta Menteri Kesehatan mengupayakan pemeriksaan kesehatan yang lebih teliti bagi para menteri, wakil menteri, dan kepala badan.
Dengan demikian, meskipun Prabowo menyinggung evaluasi dan kesempatan bagi anggota kabinet untuk mengambil peran lebih besar, belum ada pengumuman resmi mengenai reshuffle Kabinet Merah Putih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
BPGMN akan memetakan 500 KHG untuk mengidentifikasi kawasan gambut kritis dan mendukung target Prabowo menghentikan kebakaran gambut.
Pemkab Sleman mengusulkan Rp387 miliar pada 2027 untuk melanjutkan Dalane Alus, dengan prioritas jalan pendukung ketahanan pangan dan pariwisata.
Magelang dan DIY menggelar Sarasehan Muhibah Budaya 2026 untuk memperkuat edukasi sejarah Mataram dan pelestarian cagar budaya.
Polda Kalteng menyita dokumen dua perusahaan tersangka karhutla di Kapuas dan Lamandau. Total lahan terbakar mencapai 1.251 hektare.
PAD Bantul mencapai Rp611,43 miliar atau 80,95% per 20 Oktober 2026. Pemkab mengandalkan program penghapusan denda PBB-P2.
Bupati nonaktif Pati Sudewa divonis 8,5 tahun penjara dalam kasus korupsi DJKA dan pemerasan pengisian perangkat desa.