Prabowo Pimpin Pembacaan Sumpah Pemuda Bersama Anak-Anak

Newswire
Newswire Kamis, 29 Oktober 2026 06:57 WIB
Prabowo Pimpin Pembacaan Sumpah Pemuda Bersama Anak-Anak

Prabowo membaca Sumpah Pemuda bersama siswa SD dalam video di Instagram. Titiek Soeharto turut hadir pada peringatan 28 Oktober. /Instagram.

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto membacakan teks Sumpah Pemuda bersama sejumlah siswa sekolah dasar (SD) dalam video yang diunggah melalui akun Instagram resminya, @prabowo, Rabu (28/10/2026) malam. Momen tersebut dibagikan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober.

Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, Prabowo membacakan teks Sumpah Pemuda dari sebuah map merah bertuliskan “Membaca Bersama Anak-Anak Indonesia”. Sejumlah siswa yang memegang map serupa mengikuti bacaan Presiden.

Kegiatan tersebut berlangsung di sebuah ruang perpustakaan. Prabowo mengenakan kemeja putih dan peci hitam, sedangkan para siswa memakai seragam batik bermotif merah dengan dasar putih yang menampilkan gambar buku, harimau, bunga raflesia, penyu, dan daun.

Titiek Soeharto turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengenakan batik bermotif serupa dengan seragam para siswa yang dipadukan dengan selendang merah.

Prabowo dan Siswa Bacakan Tiga Ikrar

Dalam video tersebut, sejumlah siswa yang menggunakan mikrofon membacakan bagian teks Sumpah Pemuda secara bergantian bersama Prabowo.

Pada akhir video, Prabowo terlihat mengepalkan tangan ke atas. Gerakan tersebut disambut para siswa yang turut mengepalkan tangan dengan gestur serupa.

Melalui takarir unggahan video itu, Prabowo juga menuliskan teks Sumpah Pemuda yang memuat tiga ikrar utama. Ketiganya menegaskan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan.

Ikrar pertama menyatakan pengakuan bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Ikrar kedua menegaskan berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Sementara itu, ikrar ketiga menyatakan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober menjadi momentum untuk mengenang ikrar yang menegaskan persatuan tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak sejarah yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Ikrar ini lahir dari Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan pada tanggal **27–28 Oktober 1928** di Batavia (Jakarta).

Di tengah cengkeraman penjajahan Belanda yang menerapkan politik *devide et impera* (pecah belah), para pemuda dari berbagai latar belakang suku, agama, dan organisasi daerah—seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Batak, hingga Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) berkumpul dengan satu tekad bulat: meruntuhkan batasan-batasan kedaerahan demi persatuan bangsa.

Memasuki era digital dan modern saat ini, tantangan yang dihadapi generasi muda tentu berbeda dengan apa yang dihadapi para pejuang pada tahun 1928. Jika dahulu musuh utama adalah penjajah fisik, hari ini tantangan terbesar bangsa berupa polarisasi sosial, disinformasi atau hoaks, lunturnya nilai-nilai kebangsaan akibat arus globalisasi, serta apatisme sosial.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online