Satyawan Pudyatmoko Tiba di Istana di Tengah Isu Pelantikan

Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih Kamis, 15 Oktober 2026 14:37 WIB
Satyawan Pudyatmoko Tiba di Istana di Tengah Isu Pelantikan

Satyawan Pudyatmoko tiba di Istana Kepresidenan di tengah isu pelantikan pejabat dan rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional. /Bisnis.

Harianjogja.com, JAKARTA—Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (14/10/2026), di tengah kabar pelantikan sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih.

Dilansir Bisnis, Satyawan tiba pada pukul 13.29 WIB dengan mengenakan jas dan dasi biru. Kedatangannya berlangsung ketika isu perombakan atau reshuffle kabinet kembali mencuat.

Saat ditanya wartawan mengenai agenda kedatangannya, Satyawan belum memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia menyebut dirinya hendak menghadiri pelantikan.

“Nanti-nanti ya [saya akan jawab]. Saya mau hadir pelantikan,” katanya kepada wartawan.

Nama Satyawan sebelumnya menjadi sorotan setelah muncul kabar mengenai rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Ia disebut-sebut berpeluang memimpin badan tersebut, tetapi penunjukannya belum diumumkan secara definitif dalam keterangan yang menjadi sumber berita ini.

Satyawan sebelumnya ikut rapat penanganan karhutla

Sebelum datang ke Istana Kepresidenan, Satyawan mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto untuk membahas perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (12/10/2026).

Rapat yang digelar secara hibrida dari Istana Merdeka, Jakarta, itu membahas upaya pemerintah memperkuat penanganan karhutla. Prabowo meminta jajaran pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mempercepat pemadaman dan mencegah kebakaran meluas.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah. Di antaranya Gubernur Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam), serta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dari kedua provinsi tersebut.

Dalam rapat itu, Presiden menerima laporan mengenai perkembangan penanganan karhutla, termasuk operasi pemadaman melalui jalur darat dan udara di sejumlah wilayah prioritas.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dikutip dalam sumber berita, sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi prioritas masih dalam proses pemadaman. Pemerintah memusatkan perhatian pada wilayah Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Operasi pemadaman darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata mencapai lebih dari 80% dari luas lahan yang baru terbakar setiap hari.

Selain operasi darat, pemerintah mengintensifkan pemadaman melalui jalur udara dengan teknologi pengeboman air atau water bombing. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan untuk membantu mempercepat penanganan kebakaran.

Satyawan disebut berpeluang pimpin BPGMN

Di tengah agenda penanganan karhutla, pemerintah juga menyiapkan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, sebelumnya menyampaikan bahwa badan tersebut diharapkan dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Dudung turut menyebut nama Profesor Satyawan sebagai sosok yang kemungkinan akan memimpin badan tersebut. Namun, pernyataan itu belum menjadi pengumuman resmi mengenai penunjukan kepala BPGMN.

“Memang betul nanti akan ada Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional. Jadi saya lihat sudah ada, mudah-mudahan minggu depan bisa dilantik. Kalau nggak salah, Profesor Satyawan kalau nggak salah, itu dari Kementerian Kehutanan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (12/10/2026) malam.

Kedatangan Satyawan ke Istana pada Rabu (14/10/2026) berlangsung di tengah kabar pelantikan pejabat kabinet dan rencana pembentukan BPGMN. Meski demikian, berdasarkan keterangan yang tersedia dalam sumber berita, agenda pelantikan yang dihadirinya serta jabatan yang akan diemban belum dijelaskan secara definitif oleh Satyawan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online