Musim Flu Datang Lebih Cepat di Jepang, Ribuan Kasus Terdeteksi dalam Sepekan

Jumali
Jumali Sabtu, 29 Agustus 2026 15:47 WIB
Musim Flu Datang Lebih Cepat di Jepang, Ribuan Kasus Terdeteksi dalam Sepekan

Jepang./JIBI

Harianjogja.com, JOGJA--Jepang resmi memasuki musim flu 2026 lebih awal dibandingkan kebanyakan tahun sebelumnya. Kementerian Kesehatan Jepang pada Jumat (28/8/2026) mengumumkan bahwa negara tersebut telah memasuki musim influenza, yang tercatat sebagai awal musim flu tercepat kedua sejak sistem pemantauan saat ini diberlakukan pada 1999.

Pengumuman itu disampaikan setelah jumlah kasus influenza yang terpantau dalam sepekan terakhir melampaui ambang batas nasional yang digunakan sebagai indikator dimulainya musim flu.

Data Kementerian Kesehatan Jepang menunjukkan bahwa selama periode 17–23 Agustus 2026 terdapat sedikitnya 4.094 pasien flu yang dilaporkan oleh sekitar 3.000 institusi pemantauan kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah Jepang.

Dari jumlah tersebut, rata-rata kasus mencapai 1,11 pasien per institusi. Angka itu telah melampaui ambang batas 1 pasien per institusi yang menjadi penanda resmi dimulainya musim influenza di negara tersebut.

Kondisi ini membuat musim flu 2026 menjadi salah satu yang paling cepat datang dalam lebih dari dua dekade terakhir. Berdasarkan catatan pemerintah Jepang, hanya tahun 2009 yang mencatat awal musim flu lebih cepat. Saat itu, ambang batas kasus terlampaui pada pekan 10–16 Agustus.

Meski demikian, Kementerian Kesehatan Jepang juga mencatat adanya kondisi khusus pada 2023 ketika jumlah kasus influenza tetap tinggi hampir sepanjang tahun sehingga pola musim flu tidak sepenuhnya mengikuti tren normal.

Secara wilayah, Prefektur Okinawa menjadi daerah dengan tingkat penyebaran flu tertinggi selama periode pelaporan terbaru. Wilayah yang berada di bagian selatan Jepang tersebut mencatat rata-rata 4,43 kasus per institusi pemantauan.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional dan menunjukkan bahwa aktivitas virus influenza di Okinawa telah meningkat secara signifikan.

Sementara itu, dua prefektur di kawasan timur laut Jepang juga melaporkan peningkatan kasus yang cukup tinggi. Prefektur Iwate mencatat rata-rata 2,10 kasus per institusi, sedangkan Prefektur Aomori mencatat 2,08 kasus per institusi.

Meningkatnya jumlah kasus flu pada akhir musim panas menjadi perhatian otoritas kesehatan Jepang. Kondisi itu dinilai berpotensi memicu penyebaran yang lebih luas apabila masyarakat tidak menerapkan langkah-langkah pencegahan sejak dini.

Untuk mengurangi risiko penularan, Kementerian Kesehatan Jepang mengimbau warga agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan sederhana. Langkah yang direkomendasikan antara lain mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker ketika diperlukan, serta mengikuti program vaksinasi influenza.

Pemerintah berharap langkah pencegahan tersebut dapat membantu menekan penyebaran virus dan mengurangi potensi lonjakan pasien saat memasuki musim gugur dan musim dingin, yang biasanya menjadi periode dengan aktivitas influenza lebih tinggi di Jepang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online