Kekeringan DIY Meningkat, BPBD Siapkan Anggaran dan Bantuan Air
BPBD DIY menyiapkan dukungan anggaran menghadapi puncak kekeringan Agustus-September 2026. Gunungkidul sudah salurkan 484 tangki air.
Program FOLUR melatih 60 tenaga penyuluhan kopi dan kelapa sawit di Mandailing Natal dengan fokus pertanian berkelanjutan dan kesetaraan gender. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 60 tenaga penyuluhan kopi dan kelapa sawit mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas melalui Program FOLUR (Food Systems, Land Use, and Restoration) berasal dari Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Pelatihan yang berlangsung pada 5-14 Agustus 2026 tersebut menyasar penguatan kemampuan penyuluh dan aktor komunitas dalam mendukung praktik perkebunan berkelanjutan. Kegiatan diselenggarakan LPP Agro Nusantara bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan FOLUR Indonesia.
Kelas kopi dan kelapa sawit digelar secara paralel di Hotel Madina Sejahtera. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari penyuluh pertanian, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), petani teladan, pengurus kelompok tani dan gapoktan aktif, hingga perwakilan pemerintah desa.
Program tersebut juga memberikan perhatian terhadap keterlibatan perempuan dalam pemberdayaan ekonomi di sektor perkebunan. Dari total peserta, keterwakilan perempuan mencapai 61,3 persen pada kelas kopi dan 51,7 persen pada kelas kelapa sawit, melampaui kuota minimum 30 persen.
Kegiatan diawali dengan Learning Needs Assessment (LNA) yang dilakukan di Kabupaten Mandailing Natal pada 13 Juli 2026. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar dalam penyusunan modul pelatihan.
Koordinator kelas sekaligus Subject Matter Expert LPP Agro Nusantara, Pujangga Yultama Tigana, mengatakan peserta mendapatkan materi yang mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan, hingga teknis perkebunan.
”Peserta belajar mulai dari topik kesetaraan gender, manajemen keuangan, kelestarian lingkungan hingga berbagai aspek teknis mulai dari pemetaan, Good Agricultural Practices [GAP] dan Good Handling Practices [GHP],” ujar Pujangga Yultama Tigana, Senin (24/8/2026).
Materi yang diterima peserta kemudian dirangkum dalam Rencana Tindak Lanjut (RTL) penyuluhan. Penyusunannya mengacu pada 11 domain materi yang diberikan selama pelatihan.
Pelatihan berlangsung selama 10 hari dengan metode kelas paralel berdasarkan komoditas. Dua hari pertama diisi materi inti bersama, meliputi kebijakan penyuluhan, kesetaraan gender dan inklusi sosial, serta pengelolaan keuangan rumah tangga.
Selanjutnya, peserta mempelajari materi teknis sesuai komoditas masing-masing. Materi tersebut mencakup budidaya berdasarkan prinsip Good Agricultural Practices (GAP), penanganan pascapanen melalui Good Handling Practices (GHP), pengendalian organisme pengganggu tumbuhan, hingga adaptasi terhadap perubahan iklim.
Penyampaian materi tidak hanya dilakukan melalui teori, tetapi juga praktik. Cara tersebut diterapkan agar peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh ketika kembali menjalankan kegiatan penyuluhan di lapangan.
Untuk mengukur peningkatan pengetahuan, panitia melaksanakan pretest pada awal pelatihan dan posttest pada akhir kegiatan. Hasil kedua tes tersebut digunakan sebagai salah satu dasar untuk menilai capaian pembelajaran peserta.
30 Peserta Lanjut ke Uji Kompetensi
Dari 60 peserta, sebanyak 30 orang terbaik akan dipilih untuk mengikuti tahap lanjutan. Masing-masing kelas mengirimkan 15 peserta untuk mengikuti Bimbingan Teknis dan Uji Kompetensi dengan skema Instruktur Terampil.
Tahap lanjutan tersebut berlangsung di Hotel Rindang. Peserta mendapatkan materi mengenai penyusunan Rencana Penyajian Pelatihan Kerja (RPPK), persiapan kebutuhan pelatihan, bahan ajar, evaluasi, hingga kemampuan berkomunikasi saat mengajar.
Pada penghujung kegiatan, peserta terpilih mengikuti Uji Kompetensi skema Instruktur Terampil. Uji kompetensi tersebut dilaksanakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
"Peserta diharapkan dapat menjadi instruktur yang mampu mendampingi petani dalam menerapkan praktik pertanian berkelanjutan di tingkat komunitas," ujarnya
FOLUR Sasar Lima Wilayah dan Komoditas
Direktur LPP Agro Nusantara Pranoto Hadi Raharjo mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari tujuan strategis FOLUR untuk memperkuat sistem pangan, tata guna lahan, serta restorasi lahan melalui penerapan praktik pertanian berkelanjutan.
“Ada tujuan strategis besar yang ingin dicapai melalui program ini. Karena FOLUR bertujuan memperkuat sistem pangan, tata guna lahan, dan restorasi lahan melalui praktik pertanian berkelanjutan," katanya.
Program FOLUR mendapat dukungan teknis dari FAO dan UNDP. Program tersebut didanai Global Environment Facility (GEF) dan diselenggarakan di bawah koordinasi Kementerian Pertanian.
FOLUR Indonesia mencakup lima wilayah yurisdiksi, yakni Aceh Tengah, Mandailing Natal, Sanggau, Luwu, dan Sorong. Program tersebut menyasar lima komoditas, yaitu kelapa sawit, kopi, kakao, padi, serta tanaman pangan lokal seperti sagu.
Dalam pelaksanaannya, FOLUR Indonesia melibatkan sejumlah instansi pemerintah sesuai tugas, fungsi, dan sasaran program. Instansi tersebut meliputi Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Bapenas, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kehutanan.
Khusus Output 5.2, program diarahkan untuk memperkuat layanan penyuluhan pertanian melalui peningkatan kapasitas tenaga penyuluh dan aktor komunitas. Penguatan tersebut dilakukan melalui pelatihan, sertifikasi, serta evaluasi setelah pelatihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD DIY menyiapkan dukungan anggaran menghadapi puncak kekeringan Agustus-September 2026. Gunungkidul sudah salurkan 484 tangki air.
DPR memastikan RUU Perampasan Aset disahkan paling lambat Desember 2026. Komisi III kini mengejar pembahasan tersisa.
Pakar UMY Susilo Nur Aji menilai desil DTSEN bukan label mutlak kesejahteraan dan perlu dievaluasi sesuai dinamika ekonomi keluarga.
Kondur Gangsa 2026 digelar malam ini di Keraton Jogja. Simak titik pengalihan arus lalu lintas dan jam pemberlakuannya.
Tradisi Siraman Panjang Keraton Kasepuhan Cirebon kembali digelar. Warga antusias berebut air bekas cucian pusaka yang dipercaya membawa berkah.
Video pencopotan logo Bank Mandiri di gedung Jakarta viral di tengah polemik rekening Mas Botok yang mendapat sorotan publik.