Investasi Hotel dan Wellness Borobudur Highland Dibuka Lebar

Newswire
Newswire Sabtu, 15 Agustus 2026 13:27 WIB
Investasi Hotel dan Wellness Borobudur Highland Dibuka Lebar

BPOB memperkuat kerja sama lintas daerah untuk menarik investasi perhotelan dan wellness tourism di Borobudur Highland bersama Warwick Hotels. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Peluang investasi perhotelan dan wellness tourism di Borobudur Highland semakin dibuka melalui penguatan kolaborasi lintas daerah dan penjajakan dengan investor internasional. Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan jejaring industri perhotelan global dalam Forum Investasi Kawasan Borobudur.

Forum bertajuk Forum Investasi Kawasan Borobudur: Sinergi Lintas Daerah untuk Investasi Perhotelan dan Wellness tersebut digelar di Ruang Prambanan, Gedung Keuangan Negara Yogyakarta, pada Kamis (13/8). Kegiatan itu diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan sektor akomodasi perhotelan dan wellness tourism di kawasan otoritatif Borobudur Highland.

Pertemuan tersebut melibatkan perwakilan Kementerian Pariwisata, manajemen Warwick Hotels and Resorts melalui PT Spinindo Mitradaya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta pemerintah kabupaten penyangga, yakni Kabupaten Magelang, Purworejo, dan Kulon Progo.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi, inklusif, dan mampu bersaing di tingkat global.

Investasi Perhotelan Borobudur Highland

Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) Yusuf Hartanto membuka forum dengan menyampaikan apresiasi atas antusiasme para delegasi. Menurutnya, keterlibatan pemangku kepentingan serta ketertarikan investor internasional dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi kawasan.

"Bagi BPOB, ini merupakan momentum penting untuk memperkenalkan potensi Borobudur Highland secara komprehensif sekaligus membuka peluang kerja sama strategis dengan investor internasional dalam bidang investasi perhotelan," ujar Plt. Direktur Utama BPOB Yusuf Hartanto saat memberikan sambutan kunci di hadapan para investor dan kepala daerah mitra.

Borobudur Highland diposisikan sebagai proyek mercusuar pariwisata nasional yang mengandalkan bentang alam perbukitan Menoreh. Pengembangannya dirancang menggunakan prinsip sustainable tourism dengan menggabungkan konsep keramahan kelas dunia (hospitality), resort eksklusif, wellness tourism, dan pengalaman wisata berkualitas tinggi (quality tourism).

Konsep tersebut diharapkan dapat meningkatkan durasi tinggal wisatawan atau length of stay. Pada saat yang sama, pengembangan destinasi diarahkan untuk meningkatkan nilai devisa dari sektor pariwisata.

Butuh Sinergi Daerah

BPOB menilai pembangunan destinasi pariwisata dalam skala besar tidak dapat dilakukan dengan melihat batas administratif masing-masing daerah. Borobudur Highland perlu dikembangkan sebagai satu ekosistem makro yang menghubungkan pemerintah pusat dan daerah.

"Pengembangan Borobudur harus dilihat sebagai satu ekosistem destinasi yang tidak terpisahkan.

"Sehingga sinergi lintas daerah mutlak diperlukan dalam aspek percepatan investasi, penyederhanaan perizinan, peningkatan aksesibilitas infrastruktur, efektivitas promosi, penyediaan amenitas berstandar tinggi, hingga penguatan kapasitas SDM khususnya lokal," jelas Plt. Direktur Utama BPOB.

Sinergi tersebut mencakup sejumlah aspek yang berkaitan langsung dengan kesiapan destinasi. Selain mempercepat investasi dan perizinan, pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat aksesibilitas, promosi, amenitas, serta kapasitas sumber daya manusia, terutama masyarakat lokal.

Kehadiran kepala daerah dari wilayah penyangga, yakni Magelang, Purworejo, Kulon Progo, dan DIY, menunjukkan adanya keselarasan visi dalam menyambut peluang investasi baru.

Kolaborasi lintas wilayah tersebut diharapkan membuat pertumbuhan ekonomi yang muncul dari pengembangan Borobudur Highland dapat memberikan multiplier effect hingga kawasan penyangga di sekitarnya.

Wellness Tourism

Forum investasi tersebut tidak hanya membahas pembangunan fisik akomodasi perhotelan konvensional. BPOB juga mengeksplorasi peluang pengembangan wellness tourism yang kini menjadi salah satu tren global pascapandemi.

Selain sektor kebugaran, pembahasan juga mencakup penguatan branding destinasi dan penetrasi pemasaran internasional. Program vokasi turut menjadi perhatian agar masyarakat lokal dapat mengambil peran sebagai subjek utama dalam perkembangan ekonomi kawasan.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan Borobudur Highland tidak hanya diarahkan pada pembangunan fasilitas wisata. Kawasan juga diproyeksikan memiliki ekosistem pendukung yang mampu meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Warwick Hotels and Resorts Tertarik Kembangkan Resort

Peluang investasi tersebut mendapat perhatian dari jaringan perhotelan internasional Warwick Hotels and Resorts. Advisor Warwick Hotels and Resorts, Anton Sudaryanto, hadir dalam forum dan menyampaikan ketertarikan jaringan perhotelan asal Eropa itu untuk mendalami potensi pengembangan resort serta fasilitas wellness di Borobudur Highland.

Kehadiran Warwick Hotels and Resorts dinilai membuka peluang baru bagi pengembangan industri pariwisata di kawasan Borobudur, khususnya dalam penerapan standar industri dan investasi berkelas dunia.

"Kehadiran dan minat investasi dari jejaring global seperti Warwick Hotels and Resorts ini diharapkan dapat menjadi pintu pembuka peluang bersama bagi seluruh daerah mitra dalam mengembangkan standar industri pariwisata dan investasi berkelas dunia di kawasan Borobudur," ungkap Anton Sudaryanto saat memberikan tanggapan dalam sesi diskusi panel.

Yusuf Hartanto menegaskan BPOB akan terus menjalankan peran sebagai fasilitator aktif dan transparan dalam proses investasi. Pendampingan mencakup komunikasi lintas pihak, koordinasi lanjutan, hingga aspek regulasi.

Melalui pendampingan tersebut, berbagai rencana bisnis yang telah dijajaki dalam forum diharapkan dapat bergerak menuju realisasi. Manfaatnya ditujukan tidak hanya bagi investor dan pemerintah, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat di kawasan penyangga Borobudur Highland.

BPOB berharap forum investasi yang digelar pada Kamis (13/8) tersebut tidak berhenti sebagai pertemuan awal. Forum itu diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi konkret antara BPOB, pemerintah daerah, dan investor untuk mengembangkan Borobudur Highland sebagai destinasi kelas dunia dengan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online