Giant Sea Wall Pantura Mulai Groundbreaking Oktober, Ini Tahapannya
Kemenko IPK menyebut groundbreaking Giant Sea Wall berbasis mangrove dilakukan Oktober 2026, sementara infrastruktur keras ditargetkan tahun depan.
Ilustrasi geothermal atau panas bumi. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai meningkat pada Oktober 2026. Kondisi tersebut diharapkan membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah utara.
Staf Operasional Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel, Utari Randiana, mengatakan peningkatan curah hujan pada Oktober diprakirakan terjadi di Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah.
Memasuki November, hujan dengan intensitas menengah diprakirakan semakin meluas dari wilayah utara menuju selatan Kalsel.
“Sedangkan pada November curah hujan tingkat menengah mulai merata dari wilayah utara menuju selatan Kalimantan Selatan, mencakup Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Tapin,” ujarnya di Banjarbaru, Sabtu (22/8/2026).
Setelah itu, peningkatan curah hujan diprakirakan meluas ke wilayah selatan yang mencakup Tanah Bumbu, Banjar, Kotabaru bagian utara dan Banjarmasin. Wilayah selatan menjadi daerah yang diperkirakan paling akhir mengalami peningkatan curah hujan.
September Masih Kering
Utari menjelaskan kondisi curah hujan pada September masih diprakirakan berada dalam kategori sangat rendah hingga rendah. Peningkatan hujan mulai terlihat pada Oktober sebagai bagian dari perubahan kondisi cuaca secara bertahap.
Untuk prakiraan dalam waktu dekat, BMKG menyebut model curah hujan harian pada 22 Agustus masih menunjukkan kondisi nihil. Namun, mulai 23 Agustus terdapat potensi hujan lokal dengan intensitas ringan di sejumlah wilayah timur dan selatan Kalsel.
Prospek cuaca mingguan juga menunjukkan peluang hujan lokal pada 22-25 Agustus. Model Global Forecast System (GFS) menunjukkan potensi hujan tersebut mulai muncul pada 23 Agustus.
Meski terdapat peluang hujan lokal, masyarakat masih diminta mewaspadai karhutla. Tingkat kemudahan terbakar lahan pada 22-23 Agustus 2026 masih berada dalam kategori sangat mudah terbakar di seluruh wilayah Kalsel.
Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ariansyah, meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditindaklanjuti petugas.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan. Pengguna kendaraan juga perlu berhati-hati ketika jarak pandang terganggu akibat kabut asap.
“Keterlibatan masyarakat diperlukan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, baik melalui pelaporan titik api maupun kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruang selama kondisi lahan masih berada dalam kategori sangat mudah terbakar,” ujar Ariansyah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenko IPK menyebut groundbreaking Giant Sea Wall berbasis mangrove dilakukan Oktober 2026, sementara infrastruktur keras ditargetkan tahun depan.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Jogja dan Jogja-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.