30 Tahun Kudatuli, PDIP Kota Jogja Teguhkan Demokrasi
DPC PDIP Kota Jogja Gelar Refleksi Kudatuli 1996, Eko Suwanto Ajak Kader Jaga Konstitusi & Demokrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat
BMH dan Baitul Wakaf memulai budidaya pisang Cavendish di Sidoluhur, Sleman, untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat berbasis wakaf produktif. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN— Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bersama Baitul Wakaf memulai program budidaya pisang Cavendish di Kalurahan Sidoluhur, Godean, Sleman, sebagai bagian dari upaya mengembangkan wakaf produktif dan memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penanaman perdana yang digelar pada Rabu (29/7/2026) tersebut diharapkan menjadi model pengelolaan lahan produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Mengusung tema "Menanam Hari Ini, Menuai Kemandirian di Masa Depan", program ini memanfaatkan lahan pertanian sebagai sumber ekonomi produktif dengan melibatkan pemerintah, organisasi keagamaan, serta masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut dihadiri Bendahara Umum DPP Hidayatullah Suwito Fatah, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kementerian Agama DIY Nurhuda, perwakilan Dinas Pertanian DIY Sigit Haryono, pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat Muh Mujari, Lurah Sidoluhur Hernawan Sudanto, Ketua DPW Hidayatullah DIY Abdullah Munir, Direktur Utama BMH Supendi, Tian Gusti Lasepa, serta warga sekitar yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Diharapkan Tambah Pilihan Komoditas Pertanian
Lurah Sidoluhur, Hernawan Sudanto, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, budidaya pisang Cavendish dapat menjadi alternatif komoditas pertanian yang memberi nilai tambah bagi petani di wilayahnya.
Ia berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan budidaya padi, tetapi juga memiliki kemampuan mengembangkan komoditas lain yang bernilai ekonomi lebih tinggi melalui pendampingan dari Hidayatullah.
"Nantinya masyarakat di sini bukan hanya bisa menanam padi, tetapi juga bisa menanam pisang dengan belajar bersama teman-teman Hidayatullah, mulai dari cara mengelola tanah hingga merawat pisang. Saya mendoakan semoga program ini berjalan sukses dan memberikan dampak keberlanjutan bagi perekonomian warga Sidoluhur," ujar Hernawan dalam sambutannya.
Dinilai Sejalan dengan Pengelolaan Zakat dan Wakaf
Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kementerian Agama DIY, Nurhuda, menilai program yang dijalankan BMH dan Baitul Wakaf telah sejalan dengan regulasi pengelolaan zakat dan wakaf yang mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara lembaga filantropi, pemerintah, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
"Saya sangat mengapresiasi program ini karena mampu membangun kolaborasi banyak pihak, mulai dari BMH, Baitul Wakaf, jajaran pemerintah kelurahan, hingga masyarakat sekitar. Sinergi seperti ini merupakan kunci sukses dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat berbasis potensi lokal," ungkap Nurhuda.
Sudah Diterapkan di Sidoarjo dan Klaten
Pelaksana Program, Kadir, menjelaskan program budidaya pisang Cavendish sebelumnya telah dijalankan di Sidoarjo dan Klaten. Pengembangan di Sidoluhur diharapkan menjadi contoh pemberdayaan yang dapat diterapkan di daerah lain.
Di Sidoluhur, program tersebut memanfaatkan lahan seluas 35.000 meter persegi untuk pengembangan budidaya pisang Cavendish.
"Program ini sudah berjalan di Sidoarjo dan Klaten. Dan hari ini kita mulai lagi di desa Sidoluhur seluas 35.000 meter. Tentunya kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak dan memohon doa agar program ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar," jelas Kadir.
Melalui pengembangan budidaya pisang Cavendish berbasis wakaf produktif ini, BMH dan Baitul Wakaf berharap tercipta peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat pemanfaatan aset produktif untuk meningkatkan kesejahteraan umat.
Keyword: , pengembangan desa, pertanian produktif, Sleman hari ini, berita Sleman, berita DIY, harian jogja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Indonesia vs Thailand di SEA V Cup Putri 2026 berlangsung Jumat 31 Juli pukul 16.00 WIB. Berikut jadwal lengkap leg pertama di Hanoi.
Mulai 1 Agustus 2026 berlaku aturan baru, mulai pungutan pajak pedagang marketplace hingga kenaikan tarif layanan hukum dan pendaftaran merek.
Petenis Indonesia Janice Tjen tersingkir di 16 besar WTA 500 DC Open setelah kalah sengit dari Anna Kalinskaya dalam 3 set. Simak detail pertandingan dramatisny
Penggunaan QRIS di DIY tumbuh 17,5 persen hingga Juni 2026. Mayoritas merchant berasal dari usaha mikro dengan konsentrasi terbesar di Sleman.
Kenali 4 pembalap MotoGP 2026 yang belum pernah menang balapan, termasuk Pedro Acosta dan Toprak Razgatlioglu. Siapa yang akan segera memecahkan rekor?