China Usulkan Pembatasan Fitur Mobil Listrik, Kursi Zero-G hingga Layar Lipat
China mengusulkan aturan baru untuk mobil listrik, termasuk pembatasan kursi Zero-G saat berkendara, layar lipat, pesan pada lampu, dan gagang pintu tersembunyi
Foto ilustrasi bantuan sosial (bansos), dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mulai mencairkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk periode triwulan II tahun 2026 sejak 10 April lalu. Kabar baiknya, proses pengecekan status penerima bisa dilakukan dengan sangat mudah, cukup dari genggaman tangan. Jangan sampai Anda yang berhak justru tidak mengetahui karena keliru cara mengecek.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa pencairan kali ini lebih cepat dibanding periode sebelumnya.
“Sekarang setiap tanggal 10 kami menerima hasil pemutakhiran data dan itu menjadi pedoman dalam penyaluran bansos setiap bulannya. Jadi untuk triwulan kedua ini dimulai pekan kedua April,” ujarnya dikutip dari laman Kemensos.
Lantas, bagaimana cara memastikan apakah nama Anda masuk daftar penerima? Dua metode utama bisa dipilih: via website atau aplikasi.
Via Website Cek Bansos
Indikator utama bahwa Anda terdaftar adalah ketika kolom program Sembako atau PKH berubah dari “Tidak” menjadi “Ya”, disertai keterangan periode penerimaan April–Juni 2026.
Aplikasi juga menyediakan fitur usul dan sanggah bagi warga yang merasa datanya tidak sesuai. Ini penting karena data penerima bersifat dinamis.
Nominal Bansos yang Diterima
Berdasarkan data Kemensos dan Kemendikdasmen, berikut besaran bantuan per tiga bulan:
Program Nominal per 3 bulan
PKH bertujuan memberdayakan keluarga miskin, sementara BPNT memastikan akses pangan bergizi. Keduanya saling melengkapi.
Gus Ipul menegaskan bahwa perubahan data penerima adalah hal wajar.
“Ada yang sebelumnya tidak pernah menerima jadi menerima. Ada yang selama ini menerima, mereka tidak menerima lagi di triwulan kedua ini. Memang datanya dinamis,” tuturnya.
Pembaruan ini mengikuti Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 agar bansos tepat sasaran. Hasil verifikasi terbaru bahkan menambah sekitar 25.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru yang dinilai layak. Jadi, segera cek status Anda. Jika belum terdaftar tetapi merasa berhak, ajukan sanggahan melalui aplikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
China mengusulkan aturan baru untuk mobil listrik, termasuk pembatasan kursi Zero-G saat berkendara, layar lipat, pesan pada lampu, dan gagang pintu tersembunyi
KPK mengirim surat panggilan ulang kepada Nusron Wahid sebagai saksi dugaan korupsi di ATR/BPN, terkait suap pengurusan sertifikat tanah di Bogor.
Prabowo menyiapkan Rp2 miliar untuk pengeboran 200 titik air dan mengirim 200 pompa guna menangani karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting.
Forum Komunikasi Omah Jaga Warga DIY 2026 memperkuat sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga ketenteraman serta ketertiban mela
Pemkab Sleman menyerahkan Perbup batas wilayah kepada 17 lurah untuk memperkuat tertib administrasi, kepastian hukum, dan pembangunan daerah.
KPK mengungkap identitas delapan tersangka baru kasus dugaan korupsi proyek jalan Sumut, termasuk mantan Kepala BBPJN Sumut Stanley Cicero Haggard Tuapattinaja.