Tragedi Pantura Indramayu Korban Meninggal Jadi 12 Orang

Newswire
Newswire Senin, 13 Juli 2026 11:31 WIB
Tragedi Pantura Indramayu Korban Meninggal Jadi 12 Orang

Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik

Harianjogja.com, INDRAMAYU—Korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tiga kendaraan di Jalur Pantai Utara (Pantura) wilayah Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, bertambah menjadi 12 orang.

Data terbaru dari Polres Indramayu menunjukkan sebagian besar korban meninggal setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit. Sebelumnya, tiga korban dinyatakan meninggal di lokasi kejadian saat kecelakaan terjadi pada Minggu (12/7/2026).

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu AKP Undang Syarif mengatakan jumlah korban meninggal bertambah seiring perkembangan kondisi para korban yang sebelumnya mengalami luka berat.

"Awalnya di lokasi kejadian ada tiga orang meninggal dunia. Seiring penanganan medis, korban yang dirawat di rumah sakit bertambah meninggal sehingga total korban meninggal menjadi 12 orang," kata Undang dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Berdasarkan data kepolisian, delapan korban meninggal dunia dirawat di RS Bhayangkara, sedangkan empat korban lainnya meninggal di RS Mitra Plumbon Widasari.

Sementara itu, enam korban lainnya masih menjalani perawatan akibat luka yang diderita dalam peristiwa tersebut.

Kecelakaan maut itu bermula ketika sebuah mobil bak terbuka Daihatsu Gran Max yang mengangkut rombongan usai menghadiri acara pernikahan hendak memutar arah di lokasi kejadian.

Menurut Undang, kendaraan tersebut kemudian ditabrak dari belakang oleh sebuah truk Hino wing box yang melaju searah.

"Ketika kembali dari mengantar ke tempat pernikahan, kendaraan akan memutar arah, kemudian tertabrak dari belakang oleh kendaraan wing box," ujarnya.

Benturan keras membuat mobil Gran Max terdorong ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, sebuah truk Hino losbak datang dari arah berlawanan sehingga tabrakan susulan tidak dapat dihindari.

"Setelah terdorong ke depan, dari arah berlawanan datang kendaraan truk sehingga terjadi kecelakaan," katanya.

Mobil bak terbuka tersebut diketahui membawa 17 penumpang dan seorang pengemudi. Pengemudi Gran Max yang sempat mendapatkan perawatan medis akhirnya juga meninggal dunia.

"Jumlah penumpang ada 17 orang ditambah satu sopir. Sopir Gran Max juga meninggal dunia," ujar Undang.

Sebelumnya, Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu Ipda Masnan menjelaskan kecelakaan melibatkan mobil pikap Daihatsu Gran Max, truk Hino wing box, dan truk Hino losbak.

Menurut dia, kendaraan Gran Max yang dikemudikan Warkidi sempat berhenti di lajur kanan saat melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon sebelum akhirnya tertabrak dari belakang.

"Pikap Gran Max yang dikemudikan Warkidi berhenti di lajur kanan saat melaju dari Jakarta menuju Cirebon, lalu ditabrak truk Hino wing box dari belakang hingga terdorong dan tertabrak truk Hino losbak dari arah berlawanan," kata Masnan.

Berdasarkan data yang dihimpun, korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut adalah Yunah, Mohamad Ikbal, Karsnih, Sawen, Sinta, Ayu, Sanerah, Idah, Riyantoni, Atsal Albara, Warkidi, dan Tamara.

Adapun korban yang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan meliputi Bayu, Jessica, Wandi, Olivia, Komala, dan Sabah.

Hingga kini aparat kepolisian masih melakukan penanganan lebih lanjut serta pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan yang menyebabkan belasan korban jiwa tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online