Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen, BI Optimistis Pembiayaan Kuat
Kredit perbankan tumbuh 11,51 persen hingga Mei 2026. Bank Indonesia optimistis pertumbuhan kredit tetap terjaga didukung likuiditas dan permodalan yang kuat.
Ribuan jemaah menyaksikan pergantian kiswah Ka'bah di Masjidil Haram menjelang 1 Muharam. Tradisi ini sarat makna spiritual dan sejarah. /Antara.
Harianjogja.com, MAKKAH—Ratusan ribu jemaah yang memadati Masjidil Haram di Makkah mendapat kesempatan menyaksikan langsung salah satu prosesi paling sakral dalam tradisi Islam, yakni pergantian kiswah atau kain penutup Ka'bah yang dilakukan menjelang pergantian tahun Hijriah. Berikut ini laporannya.
Di bawah sorotan lampu Masjidil Haram dan suasana malam yang penuh kekhusyukan, kiswah baru perlahan dinaikkan pada keempat sisi Ka'bah, sementara kain lama diturunkan secara bersamaan pada Selasa (16/6). Momen yang berlangsung menjelang tengah malam itu menjadi penanda datangnya 1 Muharam sekaligus membuka lembaran baru bagi umat Islam di seluruh dunia.
Sejak sore hari, tanda-tanda prosesi pergantian kiswah sebenarnya sudah mulai terlihat di pelataran tawaf Masjidil Haram.
Sejumlah petugas dengan seragam khusus tampak bekerja di sekitar Ka'bah. Sebagian lainnya telah bersiap di atas atap bangunan suci berbentuk kubus tersebut untuk menjalankan tugas mengganti kain penutup kiblat umat Islam sedunia.
Bagi jemaah yang berada di lokasi, prosesi itu menghadirkan pengalaman spiritual yang sulit dilupakan. Waktu seolah berjalan lebih lambat ketika suasana sore berganti menjadi Magrib, lalu berlanjut hingga malam hari.
Para petugas bekerja dengan penuh kehati-hatian dan penghormatan, melepaskan ikatan demi ikatan yang menahan kiswah lama sebelum memasang kain baru.
Puncak prosesi terjadi menjelang pergantian hari. Kain sutra hitam yang baru perlahan ditarik ke atas, sementara kiswah lama diturunkan secara bersamaan. Sulaman kaligrafi berwarna emas pada kain baru tampak berkilau ketika terkena cahaya lampu yang menerangi kawasan Masjidil Haram.
Ribuan jemaah yang menyaksikan langsung tak henti melantunkan talbiyah dan selawat. Tatapan mereka tertuju pada Ka'bah yang perlahan mengenakan "jubah" baru sebagai simbol datangnya tahun baru Islam.
Pergantian kiswah bukan hanya prosesi seremonial yang memikat mata.Di balik kemegahan visualnya, tradisi yang dilakukan setiap 1 Muharam tersebut mengandung makna spiritual yang mendalam bagi umat Islam.
Selain memiliki makna filosofis, pergantian kiswah juga dilakukan untuk menjaga kondisi fisik kain penutup Ka'bah.
Setiap tahun, jutaan jemaah dari berbagai negara datang ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.
Dalam aktivitas tawaf, banyak jemaah berusaha menyentuh, mengusap, mencium, bahkan memeluk dinding Ka'bah sambil berdoa.
Tidak sedikit pula yang meneteskan air mata ketika berada begitu dekat dengan bangunan paling suci bagi umat Islam tersebut.
Dengan jutaan tangan yang menyentuh kiswah sepanjang tahun, proses pembaruan menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kebersihan, kesucian, keindahan, serta mencegah kerusakan akibat penggunaan terus-menerus.
Jadwal Berubah
Prosesi pergantian kiswah juga memiliki sejarah tersendiri. Pada masa lalu, penggantian kain penutup Ka'bah dilakukan setiap 9 Zulhijah, bertepatan dengan pelaksanaan wukuf di Padang Arafah.
Saat itu kondisi Masjidil Haram relatif lebih lengang karena sebagian besar jemaah haji sedang berada di Arafah untuk menjalani puncak ibadah haji.
Namun, tradisi tersebut berubah setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud menetapkan kebijakan baru pada 2022 atau bertepatan dengan tahun 1444 Hijriah.
Sejak saat itu, jadwal pergantian kiswah dipindahkan ke 1 Muharam. Perubahan tersebut membuat prosesi dapat disaksikan lebih banyak jemaah yang berada di Masjidil Haram sehingga nilai syiar Islam menjadi lebih luas dan terbuka bagi umat yang ingin menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut.
Keindahan kiswah Ka'bah juga tidak terlepas dari proses pembuatannya yang sangat rumit.Kiswah dibuat menggunakan sutra hitam murni berkualitas tinggi yang kemudian dihiasi kaligrafi ayat suci Al-Qur'an.
Setiap bagian kaligrafi disulam dengan ketelitian tinggi menggunakan benang emas dan perak murni. Pengerjaannya dilakukan oleh para perajin ahli di kompleks khusus pembuatan kiswah di Makkah.
Kepala Departemen Penjahitan Kiswah Ka'bah, Salah Al-Sulami, mengatakan proses pembuatan kiswah diawali dengan pemasangan lapisan katun putih pada empat sisi Ka'bah. Lapisan tersebut kemudian disatukan dengan panel-panel sutra bersulam kaligrafi dan motif Islami.
Setiap panel sutra berukuran sekitar 14 meter x 1 meter dan disambung secara presisi hingga membentuk kiswah utuh yang menutupi seluruh Ka'bah.
Proses penyambungan dilakukan menggunakan salah satu mesin jahit terbesar yang digunakan dalam pembuatan kiswah. Mesin tersebut dilengkapi sistem kendali berbasis laser yang mampu mengarahkan jalur jarum dan benang secara akurat selama proses penjahitan.
Teknologi tersebut memastikan setiap bagian kiswah tersambung dengan presisi tinggi dan menghasilkan kualitas yang seragam. Hasil akhirnya adalah kiswah dengan standar pengerjaan yang tinggi, sesuai dengan tradisi pembuatan salah satu simbol paling sakral dalam Islam.
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Erti Herlina, mengatakan pergantian kiswah atau kain penutup Ka'bah setiap 1 Muharam bukan sekadar tradisi tahunan. Prosesi tersebut menjadi simbol pembaruan spiritual sekaligus penanda datangnya semangat baru bagi umat Islam.
Menurut Erti, pergantian kiswah memiliki makna ganda, baik secara spiritual maupun fisik. "Terkait dengan momen pergantian kiswah di Masjidil Haram pada 1 Muharam ini menjadi simbol bahwa tahun baru Islam dipilih sebagai penanda lahirnya semangat baru dan pencucian diri," ujar Erti di Makkah, Arab Saudi, Senin (16/6).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa secara fisik pergantian kiswah merupakan langkah penting untuk menjaga kesucian, kebersihan, dan keindahan kain penutup Ka'bah dari potensi kerusakan.
Setiap tahun, jutaan jamaah haji dan umrah yang melaksanakan tawaf menyentuh kiswah. Karena itu, pembaruan kain penutup Ka'bah diperlukan untuk memastikan Baitullah tetap terjaga kebersihan dan keindahannya.
"Bayangkan setiap orang memegang kain penutup Ka'bah itu dan dalam satu tahun itu sudah berapa juta yang memegang, sehingga ini diperlukan pembaruan atau diganti," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.
Di bawah langit malam Makkah yang mulai sejuk, warna hitam pekat kiswah dan kilau kaligrafi emasnya menghadirkan pemandangan yang memancarkan kewibawaan sekaligus ketenangan. Bagi jemaah yang bertahan menyaksikan prosesi sejak sore hingga larut malam, rasa lelah seakan terbayar lunas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kredit perbankan tumbuh 11,51 persen hingga Mei 2026. Bank Indonesia optimistis pertumbuhan kredit tetap terjaga didukung likuiditas dan permodalan yang kuat.
Cristiano Ronaldo tampil di bawah performa terbaik saat Portugal ditahan imbang RD Kongo 1-1 pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026.
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250, Pemkab Kulonprogo mewajibkan kepala OPD berbagi kendaraan dinas untuk menekan anggaran BBM.
Claude milik Anthropic sempat mengalami gangguan global pada 18 Juni 2026. Ribuan pengguna terdampak, Anthropic menyebut lonjakan penggunaan menjadi tantangan u
Muhamad Yusuf lolos ke perempat final Macau Open 2026 usai mengalahkan Zhu Xuan Chen. Leo/Daniel tersingkir setelah kalah dari pasangan Korea Selatan.
China menutup 12.200 program studi dan membuka 10.200 jurusan baru dalam lima tahun untuk menyesuaikan pendidikan tinggi dengan era AI dan kebutuhan industri ma