OJK: Net Sell Asing Mulai Mereda, Pasar Modal RI Kian Stabil
OJK menyebut tekanan jual investor asing di pasar modal mulai mereda dan menyiapkan reformasi untuk meningkatkan daya saing serta kepercayaan investor.
Rapat koordinasi wilayah Muhammadiyah tentang transformasi amal usaha bidang sosial di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (13/6/2026). ANTARA/HO-Muhammadiyah
Harianjogja.com, MATARAM— Muhammadiyah mulai menggeser arah layanan sosialnya dengan mendorong pendekatan berbasis komunitas. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika persoalan kesejahteraan masyarakat yang semakin kompleks dan tidak lagi bisa ditangani hanya melalui model panti asuhan.
Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mariman Darto, menegaskan bahwa sudah saatnya organisasi memperluas peran sosialnya. Selama ini, MPKS lebih dikenal melalui pengelolaan panti asuhan, namun ke depan peran tersebut akan diperluas menjadi penggerak layanan sosial di tingkat komunitas.
“MPKS tidak cukup hanya mengelola panti asuhan. Kita harus hadir langsung di tengah masyarakat sebagai penggerak kesejahteraan berbasis komunitas,” ujarnya dalam rapat koordinasi wilayah Muhammadiyah di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Mariman, perubahan pendekatan ini penting agar Muhammadiyah tetap relevan dalam menjawab tantangan sosial modern, mulai dari kemiskinan, ketimpangan sosial, hingga perlindungan kelompok rentan.
Sebagai langkah konkret, Muhammadiyah menggagas pembentukan Pusat Solidaritas Kesejahteraan Masyarakat (PSKM). Lembaga ini dirancang sebagai pusat layanan sosial yang lebih adaptif, terintegrasi, dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
PSKM diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga penguat peran Muhammadiyah dalam bidang sosial yang selama ini bertumpu pada lembaga pengasuhan anak.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat, Falahuddin, menekankan bahwa transformasi ini harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan di lembaga yang sudah ada.
Ia menegaskan bahwa Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) tidak boleh sekadar menjadi tempat penampungan, tetapi juga harus mampu memberikan pengasuhan yang berkualitas dan berorientasi pada masa depan anak.
“Penguatan kualitas pengasuhan menjadi hal penting agar anak-anak mendapatkan pembinaan yang optimal,” katanya.
Falahuddin juga mendorong penyusunan pedoman pengasuhan anak sebagai standar bersama bagi seluruh LKSA di wilayah NTB. Dengan adanya panduan tersebut, diharapkan kualitas layanan sosial bisa lebih merata dan terukur.
Transformasi ini sejatinya bukan hal baru dalam perjalanan Muhammadiyah. Sejak awal berdiri, organisasi ini telah memiliki semangat pelayanan sosial melalui gerakan Penolong Kesengsaraan Oemoem yang terinspirasi dari nilai-nilai Al-Ma’un.
Dengan pendekatan baru berbasis komunitas, Muhammadiyah berharap dapat memperkuat perannya dalam membantu masyarakat miskin dan kelompok rentan secara lebih efektif dan berkelanjutan di tengah perubahan zaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OJK menyebut tekanan jual investor asing di pasar modal mulai mereda dan menyiapkan reformasi untuk meningkatkan daya saing serta kepercayaan investor.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M