Lintasan Stadion Satria Masih Tanah, Banyumas Siapkan Perbaikan 2027
Banyumas mengusulkan Rp7 miliar untuk memperbaiki lintasan Stadion Satria dengan material tartan demi mendukung pembinaan atlet.
Rapat koordinasi wilayah Muhammadiyah tentang transformasi amal usaha bidang sosial di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (13/6/2026). ANTARA/HO-Muhammadiyah
Harianjogja.com, MATARAM— Muhammadiyah mulai menggeser arah layanan sosialnya dengan mendorong pendekatan berbasis komunitas. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika persoalan kesejahteraan masyarakat yang semakin kompleks dan tidak lagi bisa ditangani hanya melalui model panti asuhan.
Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mariman Darto, menegaskan bahwa sudah saatnya organisasi memperluas peran sosialnya. Selama ini, MPKS lebih dikenal melalui pengelolaan panti asuhan, namun ke depan peran tersebut akan diperluas menjadi penggerak layanan sosial di tingkat komunitas.
“MPKS tidak cukup hanya mengelola panti asuhan. Kita harus hadir langsung di tengah masyarakat sebagai penggerak kesejahteraan berbasis komunitas,” ujarnya dalam rapat koordinasi wilayah Muhammadiyah di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Mariman, perubahan pendekatan ini penting agar Muhammadiyah tetap relevan dalam menjawab tantangan sosial modern, mulai dari kemiskinan, ketimpangan sosial, hingga perlindungan kelompok rentan.
Sebagai langkah konkret, Muhammadiyah menggagas pembentukan Pusat Solidaritas Kesejahteraan Masyarakat (PSKM). Lembaga ini dirancang sebagai pusat layanan sosial yang lebih adaptif, terintegrasi, dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
PSKM diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga penguat peran Muhammadiyah dalam bidang sosial yang selama ini bertumpu pada lembaga pengasuhan anak.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat, Falahuddin, menekankan bahwa transformasi ini harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan di lembaga yang sudah ada.
Ia menegaskan bahwa Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) tidak boleh sekadar menjadi tempat penampungan, tetapi juga harus mampu memberikan pengasuhan yang berkualitas dan berorientasi pada masa depan anak.
“Penguatan kualitas pengasuhan menjadi hal penting agar anak-anak mendapatkan pembinaan yang optimal,” katanya.
Falahuddin juga mendorong penyusunan pedoman pengasuhan anak sebagai standar bersama bagi seluruh LKSA di wilayah NTB. Dengan adanya panduan tersebut, diharapkan kualitas layanan sosial bisa lebih merata dan terukur.
Transformasi ini sejatinya bukan hal baru dalam perjalanan Muhammadiyah. Sejak awal berdiri, organisasi ini telah memiliki semangat pelayanan sosial melalui gerakan Penolong Kesengsaraan Oemoem yang terinspirasi dari nilai-nilai Al-Ma’un.
Dengan pendekatan baru berbasis komunitas, Muhammadiyah berharap dapat memperkuat perannya dalam membantu masyarakat miskin dan kelompok rentan secara lebih efektif dan berkelanjutan di tengah perubahan zaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Banyumas mengusulkan Rp7 miliar untuk memperbaiki lintasan Stadion Satria dengan material tartan demi mendukung pembinaan atlet.
Sebanyak 130 penumpang Kapal Virgo Transport 8 masih dicari setelah 113 orang dievakuasi dari total 243 penumpang.
Anak 7 tahun ditemukan meninggal di Sungai Winongo Kecil Bantul. Korban sempat shalat zuhur sebelum bermain seorang diri di sekitar sungai.
Presiden Dewan ICAO Toshiyuki Onuma meninjau fasilitas pelatihan dan navigasi udara Indonesia yang berstandar internasional.
Kereta kelinci membawa 46 warga Desa Beji terguling di Gunung Pegat Klaten. Empat penumpang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
AISITS merekam jejak Virgo Transport 8 hingga pukul 22.33 WIB dengan kecepatan 12,9 knot sebelum sinyal kapal berhenti terdeteksi.