Prabowo Sebut MBG Putar Rp10,8 Miliar per Desa per Tahun

Akbar Evandio
Akbar Evandio Sabtu, 16 Mei 2026 17:47 WIB
Prabowo Sebut MBG Putar Rp10,8 Miliar per Desa per Tahun

Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis, burger dan buah. Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi penggerak utama ekonomi desa melalui perputaran uang langsung di masyarakat. Menurutnya, kedua program tersebut dirancang untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Dalam pidatonya, Presiden menegaskan Program MBG tidak hanya berfokus pada perbaikan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi lokal di desa-desa.

"Yang kita buat adalah hal-hal yang mendasar. Kita bikin MBG, mendasar. Artinya adalah bahwa tiap hari di desa beredar uang," kata Prabowo.

Prabowo kemudian menjelaskan simulasi perputaran dana Program MBG di tingkat desa. Dengan asumsi terdapat 3.000 penerima manfaat dan anggaran Rp15.000 per orang per hari, dana yang beredar disebut bisa mencapai Rp45 juta setiap hari.

Jika dihitung dalam satu bulan, nilai perputaran uang diperkirakan mencapai sekitar Rp900 juta atau setara Rp10,8 miliar dalam satu tahun di satu desa.

"Rp10,8 miliar beredar di desa itu," tutur Presiden Prabowo.

Menurut Prabowo, angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan dana desa yang sebelumnya rata-rata sekitar Rp1 miliar per tahun.

"Yang tadinya sebelum ada MBG kita kirim Rp1 miliar Dana Desa. Dengan MBG kita tambah Rp10 miliar," katanya.

Presiden menjelaskan perputaran dana tersebut akan langsung menghidupkan ekonomi masyarakat desa karena kebutuhan pangan Program MBG dipasok dari produksi lokal warga setempat.

"Yang tanam ikan lele bisa dijual, yang tanam bawang merah bisa terjual, yang bikin tempe bisa terbeli, yang jual telur bisa. Semua produsen di desa itu hidup," ujarnya.

Selain meningkatkan penyerapan hasil produksi desa, pola tersebut dinilai mampu memangkas biaya distribusi dan logistik karena pasar tersedia langsung di lingkungan desa.

"Enggak usah jauh-jauh ke pasar, pasarnya ada di desa dia sendiri," katanya.

Prabowo optimistis apabila Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih diterapkan secara luas, maka perputaran uang di daerah akan mencapai ratusan triliun rupiah.

"Sekian ratus triliun akan beredar di desa-desa, kelurahan-kelurahan, kabupaten-kabupaten," tuturnya.

Dalam pidatonya, Presiden juga mengkritik konsep ekonomi neoliberal yang menurutnya lebih menguntungkan pemilik modal besar dan membuat keuntungan ekonomi mengalir ke luar negeri.

"Kalau kita pakai yang mereka katakan harus pasar bebas, neoliberal, pasar bebas, di mana modal besar yang akan berkuasa. Uangnya rakyat akan tersedot, berangkat-berangkat ujungnya ke luar negeri," ujar Prabowo.

Ia meyakini kombinasi Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih akan memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan serta mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.

"MBG ditambah dengan Koperasi Desa Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita," kata Prabowo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online